
Pengumuman Microsoft tentang berakhirnya dukungan terhadap Windows 7
Pengumuman Microsoft tentang berakhirnya dukungan terhadap Windows 7
Cyberthreat.id - Gong kematian bagi Windows 7 telah ditabuh. Setelah lebih dari 10 tahun menemani hari-hari para penggunanya, sang pemilik Windows 7 yakni Microsoft akan membunuhnya. Batas umurnya telah ditetapkan. Sistem operasi yang dilahirkan pada Oktober 2009 itu diberi kesempatan bernafas hanya hingga 14 Januari 2020.
Sebagai penggantinya, orang-orang diminta beralih ke Windows 10. Bagi yang keras kepala dan nekat tetap memakainya, bersiaplah jaringan komputernya diserang virus yang disusupkan oleh para penjahat dunia maya. Tak akan ada lagi pembaruan sistem keamanan pada sistem operasi itu. Microsoft sudah tak peduli lagi, kecuali Anda bersedia membayar sebesar US$ 25 per komputer per tahun.
Microsoft sendiri sudah mengumumkan rencana "membunuh" Windows 7 pada 20 Maret 2019. Itu adalah hari terakhir Microsoft mengupdate sistem keamanannya.
"Setelah 10 tahun melayani, 14 Januari 2020 adalah hari terakhir Microsoft memberikan pembaruan keamanan untuk komputer yang menjalankan Windows 7. Pembaruan ini sebagai pengingat bahwa dukungan Window 7 segera berakhir," tulis Microsoft di website resminya.
Saat tulisan ini dibuat, umur Windows 7 tinggal sehari lagi. Padahal, para pengguna sistem operasi komputer itu masih mencintainya. Saat pengumuman "hari kematian" Windows 7 dirilis, situs TechCrunch.com mencatat Windows 7 masih menguasai 40 persen pangsa pasar komputer desktop.
Sebulan kemudian, pada April 2019, statistik NetMarketShare menyebut angkanya tak banyak berubah. Pengguna Windows 10 hanya meningkat dari 43,6 persen pada Maret 2019 menjadi 44,1 persen pada bulan April. Sedangkan pengguna Windows 7 hanya bergeser sedikit dari 36,52 persen pada Maret menjadi 36,43 pada bulan April.
Adapun perusahaan keamanan siber dari Rusia, Kaspersky, mencatat sekitar 47 persen usaha kecil dan menengah masih menjalankan Windows 7, PC kantoran dan pengguna rumahan masing-masing 38 persen.
Apa yang membuat Windows 7 dicintai banyak orang? Sejak Windows diluncurkan pertama kali pada 1985, Windows 7 dikenang sebagai versi paling mumpuni meskipun juga kelemahannya tetap ada.
Ketika diluncurkan pada Oktober 2009, Windows 7 dianggap sebagai penyelamat lantaran versi sebelumnya, Windows Vista (lahir pada 2006), memiliki banyak celah keamanan (bug).
Selain itu, proses booting ketika komputer dihidupkan juga berjalan lebih cepat. Bahkan, ada klaim yang menyebut nama Windows 7 lantaran proses booting hanya butuh waktu 7 detik saja.
Windows 7 juga memudahkan penggunanya terhubung dengan perangkat printer nirkabel. Pengguna hanya perlu meluncurkan wizard "Add a device", untuk menghubungkan dengan printer, lalu dokumen siap dicetak.
Kelebihan lainnya dibanding Windows Vista adalah kecepatan mencari file. Pengguna hanya perlu klik menu 'Start' di kiri bawah, lalu bisa mencari nama file yang diinginkan di kolom Search.
Ketika kemudian Windows 8 diluncurkan dengan menghilangkan tombol Start di kiri bawah dan menggantikannya dengan layar Start yang diperuntukan untuk layar sentuh, sebagian besar penggguna Windows 7 enggan beralih karena terlanjur nyaman dengan tampilan antarmuka Windows 7.
Kini, Microsoft memutuskan merenggut kenyamanan itu. Riwayat sang legenda yang banyak dipuji selama satu dekade terakhir itu segera berakhir. Seperti kata sebuah pameo: tak ada yang abadi.[]
Share: