
Ilustrasi | Foto: shutterstock
Ilustrasi | Foto: shutterstock
Cyberthreat.id – Geng ransomware MAZE berulah lagi. Terbaru, mereka menyerang Southwire, salah satu produsen besar dunia di bidang kawat dan kabel asal Georgia, AS pada Desember 2019.
Penyerang mengekspose data sebesar 120 gigabita (GB) secara online lantaran perusahaan menolak untuk membayar uang tebusan sebesar US$ 6 juta.
Data ini diterbitkan di situs web beralamat http://mazenews(dot)top/site, yang ditempatkan di penyedia layanan internet (ISP) di Irlandia.
Atas kejadian itu, Southwire mengajukan gugatan di Distrik Utara Georgia, AS, pada 31 Desember 2019 untuk melawan geng Maze. Perusahaan memenangkan gugatan dan situs web tersebut akhirnya ditutup.
Namun, pada Kamis (9 Januari 2020) sekitar pukul 17.00 waktu setempat, situs web "mazenews" (https://mazenews.top) kembali online, kali ini ditempatkan di Singapura melalui Alibaba.
Berita Terkait:
Dengan menggunakan latar belakang hitam yang tidak menyenangkan dan teks merah yang cerah, situs web mencantumkan perusahaan yang diduga telah diretas.
Dalam beberapa kasus, jumlah total data yang telah di-exfiltrasi juga ditampilkan.
“Inilah perusahaan yang tidak ingin bekerja sama dengan kami, dan berusaha menyembunyikan serangan sukses kami terhadap sumber daya mereka. Tunggu database dan kertas pribadi mereka di sini. Ikuti beritanya,” demikian keterangan di laman situs web tersebut, seperti diberitakan Infosecurity Magazine, Jumat (10 Januari).
Perusahaan yang masuk ke dalam daftar serangan tesebut, seperti:
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Pensacola Florida juga masuk dalam daftar yang dibuat oleh kelompok tersebut.
File yang dapat diunduh dan disajikan sebagai bukti bahwa peretasan telah terjadi, di antaranya milik:
Grup ransomware tersebut mengklaim telah mengekstrak 3 GB data dari Fratelli Beretta, dan masing-masing data 25 GB dari SAXBST dan BST Co.
“Kami akan memberikan hadiah kepada City of Pensacola, kami tidak akan mempublikasikan data pribadi yang bocor, tetapi kami menerbitkan daftar data kebocoran dan host untuk membuktikan, bahwa kami melakukannya, kami benar-benar meretas Kota Pensacola,” tulis sang penjahat tersebut.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: