
Ilustrasi.
Ilustrasi.
Cyberthreat.id - Pemerintah Kuwait menyebut hacker sempat mengambil alih akun Twitter Kantor Berita KUNA yang merupakan kantor berita resmi negara itu. Peretas lantas menampilkan laporan palsu yamg mengatakan Amerika Serikat akan segera menarik pasukannya yang ada di Kuwait.
Kepala Kantor Komunikasi Pemerintah Kuwait Tareq al-Muzarem mengumumkan hal itu dalam akun twitter milliknya. Pengumuman serupa juga muncul di akun Twitter KUNA setelah berhasil diambil alih kembali.
“Our social media account (Twitter) has been hacked (akun sosial media Twitter kami telah diretas,” tulis KUNA lewat akun Twitter @kuna_en pada Rabu, 8 Januari 2020.
KUNA: "Our social media account (Twitter) has been hacked."#KUNA #KUWAIT
— kuna (@kuna_en) 8 January 2020
(M E)
Muzarem mengatakan laporan tersebut tidak berasal dari KUNA dan hasil perentasan. Belum ada orang yang disalahkan atas perentasan tersebut.
Dalam laporan palsu itu disebutkan, Kementerian Pertahanan Kuwait menerima surat dari Komando militer AS yang menyebutkan akan menarik pasukan mereka dari kamp di Kuwait dalam waktu tiga hari.
Kabar palsu itu muncul di tengah tingginya tensi politik antara Iran dan Amerika Serikat. Terbaru, pasukan Iran menembakkan rudal ke kamp pasukan Amerika di Irak sebagai serangan balasan atas pembunuhan komandan militer Iran Jenderal Qassem Soleimani.
Share: