
Ilustrasi | Foto: Kaspersky
Ilustrasi | Foto: Kaspersky
Jakarta, Cyberthreat.id - Social engineering atau rekayasa sosial merupakan sebuah metode penipuan baru yang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan siber dalam menyasar para korbannya.
Pada umumnya, target yang disasar adalah perusahaan berskala sangat kecil. Karena, jenis perusahaan ini tidak memiliki sistem kemanan Information Technology (IT) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.
Para pelaku kejahatan siber, menggunakan metode rekayasa sosial (social engineering), dengan percobaan seperti memaksa pemilik bisnis untuk menjalankan skema berbahaya di komputer mereka.
Baru-baru ini, teknologi Kaspersky, sebuah perusahaan siber security, mendeteksi serangan lain yang ditujukan ke bisnis toko online kecil. Para pelaku kejahatan siber, menggunakan metode rekayasa sosial (social engineering), dengan percobaan seperti memaksa pemilik bisnis untuk menjalankan skema berbahaya di komputer mereka.
“Pelaku kejahatan siber menyerang toko online skala kecil dan mencoba menipu karyawan mereka untuk membuka file berbahaya,” tulis Kaspersky melalui siaran pers, Kamis, (8 Januari 2020).
Metode yang digunakan para pelaku kejahatan siber melalui trik ini, yaitu berusaha meyakinkan karyawan toko untuk mengunduh dan membuka file berbahaya.
Mereka berpura-pura menjadi pelanggan dan mengirimkan surat dengan mengaku telah membayar pesanan tetapi tidak bisa menerimanya.
Mereka mengklaim adanya permasalahan di kantor pos dan meminta toko untuk mengisi dokumen dengan detail berupa informasi pengirim, nomor lacak, dan sebagainya.
Surat tersebut ditulis dalam bahasa Inggris yang tidak sempurna tetapi cukup dimengerti, berisikan tautan menuju objek yang di hosting di Google Documents.
“Ketika mengklik tautan akan memulai pengunduhan arsip, yang tentu saja berisi file berbahaya, dalam hal ini, arsip dengan ekstensi xlsx,” ungkap Kaspersky.
Kaspersky menilai, bentuk serangan ini sangat sederhana namun efektif. Pertama, jelas bukan surat massal karena teks pesan ditulis khusus untuk toko online dan kemungkinan besar dikirim ke daftar yang sesuai.
Kedua, tidak mengandung apa pun yang berbahaya. Surat tersebut hanya berisikan beberapa paragraf teks dan tautan ke layanan yang sah. Filter surat otomatis tidak mungkin menghentikan pesan demikian, karena itu bukanlah spam atau phishing, dan yang paling penting, tidak memiliki lampiran berbahaya.
“File XLSX berisikan unduhan skrip dan menjalankan file yang dapat dieksekusi dari layanan jarak jauh,” tutur Kaspersky.
Selain itu, terdapat juga Trojan DanaBot perbankan yang merupakan malware yang terdeteksi oleh sistem Kaspersky sejak Mei 2018.
Malware ini memiliki struktur modular sehingga dapat mengunduh plugin tambahan yang memungkinkannya untuk mencegat lalu lintas, mencuri.
“Target serangan ini adalah toko-toko dengan skala sangat kecil, sehingga sangat mungkin bahwa komputer yang terinfeksi dari mana karyawan membaca surat tersebut juga akan menjadi mesin utama untuk operasi perbankan. Dengan kata lain, itu akan berisi informasi yang dicari oleh para pelaku kejahatan siber,” jelas Kaspersky.
Berikut Rekomendasi Bagi Para Pebisnis Agar Tetap Aman:
Pertama, hal yang paling utama, seluruh komputer membutuhkan solusi keamanan yang andal. Teknologi keamanan Kaspersky tidak hanya mengidentifikasi DanaBot (sebagai Trojan-Banker.Win32.Danabot), tetapi juga mendaftarkan skrip yang mengunduh Trojan ini dengan pengambilan keputusan heuristik HEUR: Trojan.Script.Generic.
Oleh karena itu, komputer yang menjalankan solusi Kaspersky akan dapat menghentikan serangan seperti itu bahkan sebelum Trojan diunduh ke mesin.
Kedua, selalu memperbarui program yang banyak digunakan secara rutin dan tepat waktu. Pembaruan untuk sistem operasi dan suite kantor harus memiliki prioritas utama. Pelaku kejahatan siber sering menggunakan kerentanan dalam perangkat lunak tersebut untuk pengiriman malware.
Ketiga, untuk perusahaan kecil, disarankan menggunakan Kaspersky Small Office Security. Solusi ini tidak memerlukan keterampilan manajemen khusus, memiliki kemampuan andal dalam perlindungan dari Trojan, dan juga melakukan pemeriksaan versi aplikasi pihak ketiga yang umum.
Share: