
Manusia digital buatan Samsung diperkenalkan di CES 2020 di Las Vegas
Manusia digital buatan Samsung diperkenalkan di CES 2020 di Las Vegas
Cyberthreat.id - Jika selama ini chatbot mengandalkan suara (semacam suara wanita yang memandu perjalanan seseorang saat menggunakan Google Maps), atau asisten virtual (seperti Verinoka yang digunakan Telkomsel untuk membalas chat online dari konsumen) yang tak berwujud, Samsung kini membuat lompatan baru: menciptakan chatbot yang wujudnya persis manusia.
Dinamakan Neon Core R3, Samsung memperkenalkan lompatan baru dalam penerapan teknologi artificial inteligence (AI) atau kecerdasan buatan itu di ajang pameran teknologi CES 2020 di Las Vegas. R3 adalah singkatan dari “reality, realtime, dan responsive.”
Diklaim sebagai “artificial human” pertama di dunia, chatbot berwujud manusia itu diproduksi oleh Star Labs yang dikenal sebagai bagian dari Samsung.
CEO Star Labs yang dikenal sebagai peneliti Samsung, Pranav Mitry, mengatakan Neon bukanlah AI asisten virtual biasa.
”Neon seperti kita, dapat menunjukkan emosinya dan punya kemampuan belajar dari pengalaman. Tak seperti chatbot AI, Neon bahkan tak bisa menjawab prakiraan cuaca atau memainkan musik favorit untuk anda,” kata Pranav Mitry seperti dilaporkan cnet.com, Selasa, 7 Januari 2020.
Sebaliknya, Neon didesain untuk dapat berbicara dan bertindak layaknya manusia. Uniknya lagi, setiap Neon punya kepribadian tersendiri.
Samsung sendiri sebelumnya telah memiliki Bixby, asisten digital yang diperkenalkan pada 2017 dan dibenamkan di Galaxy S8. Namun, Pranav menekankah Bixby adalah hal yang berbeda dengan Neon.
“Manusia digital ini nantinya dapat menjadi bagian dari hidup manusia: pembaca berita virtual, resepsionis, bahkan menjadi bintang film,” kata Pranav.
Dalam sebuah video yang bocor beberapa hari sebelumnya, manusia digital tersebut terlihat bisa tersenyum, tertawa, membelalakkan mata dan tindakan-tindakan lain layaknya manusia biasa.
Sebagai perbandingan, jika dibandingkan dengan robot Sophia yang pernah didatangkan ke Indonesia dan berbicara di depan umum sekitar dua tahun lalu, manusia digital buatan Samsung ini memang terlihat lebih nyata dan tidak kaku.
So, sudah siap bersaing dengan manusia digital?
Share: