
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Di tahun baru, barangkali gawai Anda juga baru. Namun, perlu diperhatikan, jangan menghubungkan perangkat baru Anda ke internet langsung tanpa mengambil tindakan pencegahan keamanan.
National Cyber Security Centre (NSNC) Inggris menawarkan beberapa saran mengenai cara menjaga keamanan smartphone, laptop, dan barang-barang internet (Internet of Things/IoT).
Berikut ini lima langkah yang disarankan badan siber Inggris tersebut, seperti dikutip dari ZDNet, Senin (6 Januari 2020) untuk memproteksi perangkat baru Anda lebih aman:
Pertama dan utama: kata sandi kuat
Kata sandi (password) yang mudah akan menjadikan para penyerang siber dapat menebaknya. Hindari kata sandi, seperti “12345” , “qwerty”, atau “password” untuk media sosial, akun perbankan, dan platform penting lainnya.
NSNC menyarankan pengguna membuat kata sandi dengan tiga kata acak yang mudah diingat, tapi sulit untuk ditebak orang lain.
Aktifkan autentikasi dua tahap (2FA)
Kata sandi yang kuat adalah langkah awal untuk mengamankan perangkat dan akun. Namun, bukan berarti para hacker menyerah dan bisa jadi mereka membobol dengan “brute force attack” atau menggunakan serangan phishing untuk menipu pengguna agar menyerahkan kata sandi secara sukarela.
Autentikasi ini adalah upaya mempersulit akses hacker karena 2FA harus terhubung ke ponsel Anda dengan kiriman kode validasi untuk dapat mengakses akun.
Selalu terima pembaruan otomatis
Perangkat ponsel cerdas, tablet, komputer, dan IoT secara teratur menerima pembaruan dari produsen. Seringkali pengguna mengabaikan dan menunda hal tersebut karena merasa melakukan pembaruan sebagai pemborosan waktu atau kadang tidak mengerti mengapa perangkat harus perlu diperbarui.
Namun, pembaruan yang sering disarankan oleh produsen ini memiliki manfaat karena pembaruan ini dikeluarkan setelah kerentanan keamanan muncul. Pembaruan ini dilakukan sebagai cara untuk menutup celah yang dapat dieksploitasi oleh peretas.
Reset seperti perangkat baru
Jika memutuskan bahwa perangkat baru akan dijual lagi, NCSC menyarankan agar pengguna melakukan pengaturan ulang pabrik (factory reset). Dengan mengembalikan perangkat ke pengaturan aslinya dan terlihat seperti perangkat baru.
Dengan begitu, data-data pribadi pengguna akan terhapus yang mengartikan bahwa data-datanya tidak dapat dieksploitasi oleh siapa pun yang menggunakannya berikutnya.
Jika terjadi kesalahan, lakukan ini!
Jika sesuatu yang buruk terjadi dan pengguna mendapati orang luar memiliki kendali atas perangkat di dalam rumah, jangan panik! NCSC merekomendasikan pengguna untuk melakukan factory reset seperti yang dibahas pada poin sebelumnya.
Kelima tips di atas memang terkesan sangat sederhana, tapi tips tersebut dapat berpengaruh banyak untuk melindungi pengguna dari berbagai serangan di dunia siber.
Redaktur: Andi Nugroho
Share: