
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Apa yang dicari anak muda milenial jika keluar makan malam?
Pilihannya, jika bukan kafe yang menawarkan kopi, tempat nyaman untuk ngobrol sepanjang malam, lokasi yang Instagrammable, bisa juga alasan–tampaknya ini yang utama dicari—jaringan nirkabel (wi-fi).
Kini, hampir semua orang ingin selalu terkoneksi ke internet. Kebutuhan terhadap gawai sudah menjadi mendekati primer. Tanpa pegang gawai, Anda coba rasakan sendiri, pasti ada sesuatu yang hilang, bukan?
Di mana-mana, di ruang publik, pemerintah, perusahaan swasta, restoran, kafe, bandara, terminal dan lain-lain menyediakan titik hotspot. Di ruang tunggu hotel, Anda bisa nyaman berkirim email atau menjelajahi dengan perangkat seluler secara gratis karena berada di titik hotspot.
Dengan adanya titik-titik hotspot di sekitar kita, hal itu menunjukkan pengalaman internet masyarakat telah tinggi.
Apa itu hotspot?
Beberapa orang menggunakan istilah "hotspot" dan "hotspot seluler" secara bergantian. Padahal, keduanya memilik arti yang berbeda.
Hotspot adalah lokasi fisik di mana orang dapat mengakses internet, biasanya menggunakan wi-fi melalui jaringan area lokal nirkabel (WLAN) dengan router yang terhubung ke penyedia layanan internet.
“Kebanyakan orang menyebut lokasi ini sebagai ‘hotspot wi-fi’ atau ‘koneksi wi-fi’," demikian seperti dikutip dari situs web Intel yang diakses Jumat (3 Januari 2020).
Sederhananya, hotspot adalah tempat fisik di mana pengguna dapat menghubungkan perangkat seluler mereka secara nirkabel, seperti smartphone dan tablet, ke jaringan internet.
Banyak hotspot publik menawarkan akses nirkabel gratis di jaringan terbuka, ada pula sebagian penyedia layanan dengan pembayaran.
Sementara itu, hotspot seluler (kadang-kadang disebut hotspot portabel) adalah hotspot yang hanya terkoneksi secara seluler. Anda dapat membuat hotspot seluler dengan menggunakan koneksi data internet ponsel cerdas yang dikoneksikan ke laptop. Proses ini disebut "tethering." Tethering ini juga bisa menjadi layaknya “hotspot wi-fi” karena mampu mengoneksikan lebih dari satu atau dua perangkat.
Terminologi lain yang perlu Anda ketahui juga berkaitan dengan hotspot adalah titik akses nirkabel (WAP), wi-fi, dan SSID.
Titik akses nirkabel (wireless access point/WAP) adalah perangkat jaringan yang memungkinkan perangkat yang sesuai dengan wi-fi bisa terhubung ke jaringan kabel. WAP dapat secara fisik terhubung ke router atau diintegrasikan ke router itu sendiri.
Sementara, wi-fi adalah teknologi yang memungkinkan ponsel cerdas atau komputer Anda mengakses internet melalui koneksi tanpa kabel. Koneksinya menggunakan sinyal radio untuk mengirim dan menerima data antara perangkat Anda yang diaktifkan dan WAP.
Dan, terakhir SSID (service set identifier) adalah nama unik dari jaringan nirkabel atau nama wi-fi itu sendiri. Sering orang memberi nama jaringan wi-fi sesuai dengan nama toko, nama perusahaan, atau sesuatu yang unik dan nyeleneh.
Begitulah, hal-hal mendasar yang bisa Anda pelajari tentang hotspot.
Share: