
Binance, salah satu tempat penukaran Bitcoin terbesar di dunia, dibobol peretas pada Rabu dini hari pekan lalu. Foto: iconow.net
Binance, salah satu tempat penukaran Bitcoin terbesar di dunia, dibobol peretas pada Rabu dini hari pekan lalu. Foto: iconow.net
Jakarta, Cyberthreat.id – Pendiri juga CEO Binance, Changpeng Zhao, menyatakan, akan membuka deposito (setoran) dan penyetoran mata uang digital atau kriptokurensi di Binance mulai hari ini, Selasa (14/5/2019).
"Waktunya akan dikomunikasikan lagi pada tahap selanjutnya, bergantung pada bagaimana uji coba berjalan. (Karena) peningkatan kali ini akan menuntut penghentian transaksi," kata dia seperti dikutip dari blog Binance, yang diakses Selasa pagi.
Pada Rabu (8/5/2019) dini hari WIB, Binance dibobol peretas yang mengakibatkan raibnya 7.000 Bitcoin yang setara Rp 586 miliar. Binance adalah salah satu perusahaan penyedia dan penukaran kriptokurensi terbesar di dunia.
Berita Terkait:
Zhao mengatakan, selama sepekan terakhir tim internal telah bekerja untuk memperbaiki sistem keamanan dengan lebih canggih lagi.
Sebelumnya, Zhao mengatakan, agak berat membagikan informasi perbaikan sistem internal karena peretas pasti juga ikut memantau perkembangan yang dilakukan perusahaannya. "Berbagi terlalu banyak detail keamanan sebenarnya melemahkan strategi respons keamanan kami," tulis dia.
"Tapi, yakinlah tim kami membuat kemajuan. Kami menggunakan kesempatan kali ini untuk mengubah secara signifikan dalam keamanan, prosedur, dan praktik," ia menambahkan.
Zhao mengatakan, tim internalnya tidak sedih dan tertekan dengan peretasan tersebut, sebaliknya justru memiliki semangat untuk bertarung melawan peretas.
"Kejadian ini telah menyatukan tim dengan kuat. Kami telah menerima dukungan luar biasa dari komunitas kami. Kami akan terus berjuang untuk semua, komunitas, dan melawan peretas dan orang-orang yang berniat buruk," kata dia.
Share: