
Ilustrasi. Sumber: geeksforgeeks.org
Ilustrasi. Sumber: geeksforgeeks.org
Jakarta, Cyberthreat.id – Sekelompok peneliti di Amerika Serikat mengklaim telah menciptakan sistem yang bisa meningkatkan keamanan perangkat internet of thing (IoT).
IoT adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer.
IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS) dan Internet.
Para peneliti tersebut berhasil mengembangkan algoritma baru yang dapat membantu melindungi perangkat seperti kunci mobil jarak jauh dari serangan cyber.
Ilmuwan dari dua universitas di AS menciptakan sebuah program yang mengatur bagaimana sejumlah perangkat kecil memancarkan lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik ketika menyandikan atau mendekodekan informasi.
Pola-pola radiasi yang berbeda dan sinyal yang dilepaskan oleh perangkat tersebut dilihat oleh peretas dalam cara yang lain.
Asisten profesor Mike Borowczak dari Universitas Wyoming dan Ranga Vemuri dari Universitas Cincinnati mengklaim algoritma mereka mengubah proses desain untuk membuat perangkat internet lebih aman.
“Anda mengambil spesifikasi desain dan merestrukturisasinya pada tingkat algoritmik. Kami pada dasarnya menyamakan jumlah daya yang dikonsumsi di semua siklus,” kata Vemuri.
“Bahkan jika penyerang memiliki pengukuran daya, mereka tidak dapat melakukan apa pun dengan informasi itu,” ujarnya.
Profesor Borowczak mengatakan terdapat sebuah kesalahpahaman umum bahwa keamanan keamanan cyber dilakukan hanya dengan menggunakan perangkat
lunak.
“Secara umum, kita percaya bahwa perangkat lunak yang aman, maka semuanya berjalan dengan aman,” katanya.
“Terlepas dari seberapa aman anda dapat membuat perangkat lunak anda, jika perangkat keras anda membocorkan informasi, maka pada dasarnya anda dapat memotong semua mekanisme keamanan itu.”
Share: