
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Pengamat tata kota Yayat Supriatna menyatakan aliran informasi akan menjadi kunci bagi masyarakat korban banjir di Jabodetabek dan Banten untuk memetik pelajaran sehingga tidak mengulangi kejadian serupa ke depan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan akan turun dalam sepekan ke depan, sementara puncak musim hujan terjadi selama Februari-Maret 2020.
"Informasi ini akan menjadi kunci bagi masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang lagi," kata Yayat dalam siaran Breaking News TV One, Rabu (1 Januari 2020).
Ada dua aliran informasi utama masyarakat yakni media massa (cetak, elektronik, dan online) serta media sosial. Dari segi kuantitas, jumlah informasi di media sosial jauh lebih masif dan kerap menjadi acuan masyarakat.
Yayat mengatakan informasi yang disebar/diperluas (share dan reshare) itu harus diwujudkan menjadi aksi di dunia nyata. Masyarakat juga harus dididik lewat aliran informasi yang melimpah di medsos dan media massa tersebut.
Ia mencontohkan, jalan-jalan strategis di ibukota yang banyak dilalui orang, informasinya harus tersedia (online). Kemudian titik-titik banjir dan sejumlah lokasi yang mengalami genangan air disebarkan ke masyarakat dan pihak terkait sebagai langkah antisipasi ke depan.
"Kalau misalnya hujan deras turun lagi, sepekan atau beberapa pekan ke depan, tentu masyarakat tidak ingin terulang lagi. Nah, informasi yang tersedia itu harus menjadi aksi nyata di lapangan" ujarnya.
Sebelumnya Gubernur DKI Anies Baswedan menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk terus memperbaharui informasi mengenai banjir yang menerpa wilayah ibu kota dan sekitarnya. Instruksi ini disampaikan Anies melalui rekaman suara berdurasi 3 menit lebih yang juga tersebar di grup-grup percakapan seperti WhatsApp.
"Kepada para wali kota, Camat, Lurah, pastikan warga dan publik setempat mendapatkan informasi yang valid secara terus menerus," kata Anies.
Akun-akun milik Pemprov DKI di berbagai platform digital terlihat aktif melakukan update informasi. Diantara akun tersebut juga saling melakukan retweet dan repost agar jangkauan informasinya lebih luas.
"Teman-teman yg ingin memberikan bantuan: obat-obatan, selimut, pakaian layak pakai, makanan siap saji, air minum, tenda/terpal, pembalut, popok, senter dan lainnya, bisa langsung menuju Posko Penerimaan Bantuan," tulis Twitter Pemprov DKI di akun @DKIJakarta.
Share: