IND | ENG
Akhir 2020, Seluruh Daerah Tingkat II di China Sudah 5G

Ilustrasi

Akhir 2020, Seluruh Daerah Tingkat II di China Sudah 5G
Arif Rahman Diposting : Sabtu, 28 Desember 2019 - 20:59 WIB

Cyberthreat.id - Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) China menyatakan, akhir tahun 2020 seluruh wilayah prefektur di daratan China sudah terkoneksi jaringan 5G. Prefektur adalah sebuah pembagian wilayah administrasi tingkat dua dari tingkatan administrasi.

Kalau dibandingkan dengan Daerah Tingkat (Dati) II di Indonesia, wilayah prefektur di China dapat berupa Kabupaten Dati II atau Kotamadya Dati II. Bedanya Kabupaten dan Kotamadya terdapat di aspek demografi, luas wilayah, dan sektor usaha utama daerah.

"Kami berencana, secara tegas mengembangkan perluasan 5G dan berusaha untuk mencakup semua kota tingkat prefektur dengan jaringan 5G pada akhir 2020," tulis Kementerian MIIT dilansir RCR Wireless, Jumat (27 Desember 2019).

Pemerintah China menyetujui penggunaan teknologi 5G secara komersial pada Juni 2019 yang memicu lonjakan permintaan konsumen dan percepatan investasi industri di bidang 5G. Menurut data MIIT, operator negara China telah mengerahkan total 126 ribu stasiun pangkalan 5G di seluruh negara Asia.

Perusahaan telekomunikasi raksasa China Mobile, China Telecom, dan China Unicom telah meluncurkan layanan komersial 5G pada November 2019. Layanan ini awalnya tersedia di kota-kota besar termasuk Beijing, Shanghai, Shenzhen, Hangzhou, Nanjing, dan Tianjin.

Sebelumnya, ketiga operator mengharapkan untuk mengoperasikan hampir 130 ribu BTS 5G pada akhir 2019. China Mobile mengumumkan rencana untuk memasang 50 ribu situs 5G pada akhir 2019, sementara China Unicom dan China Telecom masing-masing menargetkan sekitar 40 ribu.

Juni 2019, MIIT China resmi menerbitkan lisensi peluncuran jaringan 5G komersial di negara tersebut. Izin 5G diberikan kepada perusahaan nasional yakni China Mobile, China Unicom, China Telecom dan penyiaran milik negara China Broadcasting Network. Akhir 2018, MIIT mengeluarkan lisensi untuk uji coba 5G di sejumlah kota di seluruh China.

September 2019, China Telecom dan China Unicom menandatangani perjanjian untuk secara bersama-sama membangun jaringan seluler 5G, dengan tujuan utama mengurangi biaya dan efektivitas.

Di bawah kesepakatan "co-build, co-share", kedua operator raksasa itu akan bekerja sama menguraikan kabupaten di 15 kota untuk pembangunan jaringan, dengan skala total masing-masing stasiun pangkalan 4G dalam pikiran.

Sementara itu, China Mobile, perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia dalam hal pelanggan, baru-baru ini mengatakan sudah menyediakan layanan 5G di 50 kota di seluruh China.

Baru-baru ini media China Daily melaporkan bahwa China Mobile pasang target mengakhiri tahun 2020 dengan total 70 juta pengguna 5G, dengan investasi yang direncanakan sebesar 2,85 miliar USD.

China Mobile bekerja dengan Huawei, Nokia, Ericsson dan ZTE dalam penyebaran jaringan 5G-nya. South China Morning Post mengabarkan bahwa China Mobile telah memberikan lebih dari setengah kontrak peralatan jaringan 5G kepada Huawei Technologies.

#5g   #china   #huawei   #prefektur   #bts   #ekonomidigital   #miitchina   #cybersecurity   #cyberthreat   #literasidigital   #keamananinformasi   #iot   #bigdata   #cloud   #ai   #robotik

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Wujudkan Visi Indonesia Digital 2045, Pemerintah Dorong Riset Ekonomi Digital
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.