
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Situs Truckstop.com menyatakan serangan siber terhadap jaringan komputer dan sistem operasional mereka telah menutup akses ke banyak layanan online-nya. Akibatnya, pelanggan dipaksa menemukan solusi selama serbuan pengiriman barang sebelum Natal tahun ini.
Menurut beberapa sumber, penghentian operasional situs (outage) telah berlangsung sejak Jumat (20 Desember 2019). Manajemen Truckstop.com memberi tahu pengguna pada Sabtu (21 Desember 2019) bahwa pihaknya "mengalami kesulitan teknis" dan berupaya menyelesaikan masalah secepat mungkin.
Kemudian dalam sebuah pernyataan resmi pada Senin (23 Desember 2019), situs Truckstop.com menyatakan pemadaman terjadi atau "disebabkan oleh Malware."
Tidak disebutkan apakah ada informasi pelanggan atau data sensitif yang dikompromikan, tetapi Truckstop.com menyatakan "akan bergerak cepat untuk memberi tahu siapa pun yang berpotensi terkena dampak."
Truckstop.com merupakan salah satu merek terkemuka dalam pengiriman barang di AS. Setidaknya mereka menangani sekitar 500 ribu muatan per hari dan memiliki 200 ribu pengguna aktif.
Perusahaan investasi yang berbasis di Silicon Valley, ICONIQ Capital, mengakuisisi saham mayoritas di perusahaan yang berusia hampir 25 tahun pada April lalu. Kini, valuasi Truckstop.com sudah mencapai 1 miliar USD atau Unicorn.
Truckstop.com bersama DAT adalah dua platform digital angkutan truk terbesar di AS. Keduanya muncul dan berkembang di tengah kapasitas angkutan truk bersaing semakin ketat pada musim liburan akhir tahun, dimana permintaan pengiriman barang seperti kado dan hadiah serta belanja online meningkat tajam.
Jeff Hopper, kepala pemasaran DAT, mengatakan perusahaannya mendapatkan "lonjakan besar-besaran" dalam volume permintaan beban online serta panggilan telepon setelah terjadinya 'outage' terhadap Truckstop.com pada Jumat 20 Desember 2019.
Dia mengatakan, DAT tidak mengenakan biaya transaksi untuk muatan yang dipesan di situsnya selama outage terjadi.
"Ketika kami menyadari apa yang telah terjadi, kami mulai mengalihkan lebih banyak sumber daya untuk menangani lonjakan permintaan," kata Hopper.
"Ini liburan, yang merupakan waktu tersibuk tahun ini, dan pelanggan berusaha untuk menemukan jalan pulang. Kami tidak ingin orang merasa terdampar atau diabaikan."
Pada hari Minggu, 22 Desember 2019, setidaknya tujuh situs milik Truckstop.com mengalami down. Outage itu juga membuat layanan lainnya mengalami down seperti papan muatan (load-board), onboarding operator serta layanan kepatuhan keselamatan SaferWatch.
Situs lain yang terpengaruh dan berafiliasi dengan Truckstop.com termasuk RFP yang memberikan layanan pengiriman real-time. Enam dari situs di-host oleh perusahaan hosting data Involta yang berbasis di Cedar Rapids, Iowa. Situs lain, Shipper Mate, yang dinaungi oleh Amazon Web Services, juga mengalami down pada Minggu (22 Desember 2019) malam hari.
"Pelanggan adalah prioritas utama dan kami memahami bahwa gangguan sekecil apapun dalam layanan dapat memiliki dampak besar pada bisnis," kata perwakilan Truckstop.com dalam sebuah pernyataan kepada FreightWaves.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan atas gangguan ini," demikian penjelasan Truckstop.com yang menyebut serangan Ramsonware terhadap situs departemen transportasi Louisiana pada November sebagai peringatan.
Share: