IND | ENG
2020, iOS Enggak Lebih Aman dari Android

Ilustrasi

2020, iOS Enggak Lebih Aman dari Android
Faisal Hafis Diposting : Selasa, 24 Desember 2019 - 15:15 WIB

Cyberthreat.id - Pakar IT dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan tren ancaman dan serangan siber di tahun 2020 akan meningkat dari segi para penggunanya. Baik yang menggunakan sistem operasi android, Windows, Linux hingga iOS.

"Untuk consumer androidnya itu kebanyakan PUA (Potential Unwanted Application) dan Adware. Di komputer itu kemungkinan masih Ransomware rajanya dan yang disasar adalah corporate (perusahaan)," kata Alfons saat dihubungi Cyberthreat.id di Jakarta, Selasa (24 Desember 2019).

Ia menambahkan, jumlah pengguna yang memakai sistem operasi iOS di Indonesia mungkin lebih sedikit dibandingkan yang menggunakan sistem operasi Android. Hal itu membuat para pelaku kejahatan siber lebih suka untuk menyerang sistem operasi Android karena penggunanya lebih banyak dibandingkan iOS.

"Pada dasarnya, hukum di security itu simple. Bukan suatu aplikasi yang aman dari Malware tetapi apakah yang membuat Malware itu mau menyerang atau tidak. Jadi bohong itu yang bilang iOS aman dari Malware," ujar Alfons.

Dikutip CNBC, terdapat stigma di masyarakat Indonesia yang menganggap Apple Iphone (iOS) merupakan ponsel paling aman di dunia karena sulit ditembus oleh para hacker atau peretas.

Alfons membantah ungkapan tersebut dengan menyatakan pengguna iOS atau aplikasi lainnya jangan pernah merasa aman.

"iOS jangan ke-geeran. Sistem operasi iOS itu tidak diserang karena usernya sedikit. Jika usernya banyak siapapun yang menyerang pasti bisa (membobol aplikasinya). Jadi bukan aplikasinya aman atau tidak. Si penyerang tersebut mau nyerang atau tidak, jika mau pasti ada 1001 jalan."

"Buktinya, Windows dulu diserang karena dibilang Windows paling aman. Kalau penggunanya sebanyak Windows dan android. Saya jamin virusnya pasti lebih banyak dari windows dan android."

Menurut Alfons, membuat Malware jahat tidak lepas dari perhitungan ekonomi. Ia mencontohkan, biaya untuk membuat satu malware itu 10 juta. Jika dia menyerang sistem operasi android dengan 1 miliar pengguna atau windows dengan 500 juta pengguna pasti akan mendapatkan keuntungan lebih banyak jika dibandingkan menyerang sistem operasi iOS yang mungkin jumlahnya hanya 50 juta pengguna.

"Lebih untung saya menaruh (virus) itu di windows kalau usernya 10 kali lipat dari iOS, jika usahanya atau cost yang dikeluarkan sama-sama Rp 10 juta. Kalau orang yang pintar ngapaian menyerang sistem operasi yang usernya sedikit," tambah Alfons.

#Ios   #android   #virus   #aplikasi   #Malware   #ransomware   #aplikasi   #mediasosial   #keamananinformasi   #literasidigital   #cybersecurity   #cyberthreat

Share:




BACA JUGA
Awas, Serangan Phishing Baru Kirimkan Keylogger yang Disamarkan sebagai Bank Payment Notice
Malware Manfaatkan Plugin WordPress Popup Builder untuk Menginfeksi 3.900+ Situs
CHAVECLOAK, Trojan Perbankan Terbaru
Phobos Ransomware Agresif Targetkan Infrastruktur Kritis AS
Paket PyPI Tidak Aktif Disusupi untuk Menyebarkan Malware Nova Sentinel