IND | ENG
Minim SDM dan Anggaran, Sekolah di AS Ditarget Ransomware

Ilustrasi

Minim SDM dan Anggaran, Sekolah di AS Ditarget Ransomware
Arif Rahman Diposting : Jumat, 20 Desember 2019 - 05:09 WIB

Cyberthreat.id - Ransomware menjadi hantu yang paling menakutkan bagi sekolah dan institusi pendidikan di Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun 2019.

Perusahaan keamanan siber Armor dalam laporan terbaru menyatakan, sejak Januari hingga awal Desember setidaknya gelombang serangam Ransomware telah menyerang 1040 sekolah.

Chris Hinkley, Kepala Armor dari Tim peneliti Threat Resistance Unit (TRU), mengatakan para penyerang mengetahui bahwa sekolah tidak memiliki sumber daya dan anggaran yang cukup dalam menghadapi serangan siber.

Padahal sekolah tersebut sudah terkoneksi dan melakukan transformasi digital secara besar-besaran, tetapi mindset keamanan maupun literasi keamanan informasi kerap diabaikan hingga akhirnya datang bencana Ransomware.

"Para penyerang tahu bahwa layanan yang disediakan organisasi (sekolah) sangat penting bagi siswa dan mereka juga tahu bahwa sekolah dan kota biasanya lebih rentan terhadap serangan," kata Chris Hinkley.

"Terlebih anggaran mereka yang terbatas dan staf TI sangat kurang," tegas Chris.

Dalam laporan hingga September 2019 saja, Armor mengungkapkan lebih dari 500 sekolah di AS terkena Ransomware sejak awal tahun. Namun memasuki Oktober jumlah itu meningkat signifikan.

Perlu dicatat bahwa jumlah sekolah yang terkena dampak tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak Oktober 2019 hingga awal Desember 2019.

"Sejauh ini hanya 1 sekolah yang melaporkan telah membayar uang tebusan tetapi tidak mengungkapkan jumlahnya. 3 sekolah menolak untuk membayar, dan 7 belum mengungkapkan apakah mereka bersedia membayar tebusan atau tidak," demikian laporan Armor terkait tiga bulan terakhir.

Insiden di Las Cruces Public Schools menyebabkan penutupan penuh (sekitar 30 ribu perangkat) dari 42 sekolah. Serangan pada Gubernur Louisiana John Edwards menyebabkan negara bagian tersebut mengumumkan keadaan darurat setelah gelombang besar serangan Ransomware yang memang senagaja menargetkan sekolah disana.

Laporan lain oleh Emsisoft mendukung klaim Armor. Dalam laporan Ransomware tahunan terpisah, Emsisoft menunjukkan serangan terjadi pada 1.224 sekolah sepanjang tahun 2019.

#Ransomware   #Malware   #sekolah   #pemerintah   #sistemelektronik   #layananonline   #digitalisasi   #cyberthreat   #cybersecurity   #iot   #cloud   #bigdata   #analytics   #ai

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Awas, Serangan Phishing Baru Kirimkan Keylogger yang Disamarkan sebagai Bank Payment Notice
Malware Manfaatkan Plugin WordPress Popup Builder untuk Menginfeksi 3.900+ Situs
CHAVECLOAK, Trojan Perbankan Terbaru
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif