IND | ENG
TukangHarian.id Kumpulkan Data Tukang di Indonesia

Syukuran aplikasi Tukangharian.id dan Guruharian.id di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (19 Desember 2019)

TukangHarian.id Kumpulkan Data Tukang di Indonesia
Arif Rahman Diposting : Jumat, 20 Desember 2019 - 00:27 WIB

Cyberthreat.id - Ketua Dewan Pertukangan Indonesia (DPN) Perkasa, Muhammad Kuswandi Amin, mengatakan ingin mengumpulkan data tukang di Indonesia melalui aplikasi digital. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan para tukang di era digital dan industri 4.0 dimana banyak terjadi disrupsi di berbagai bidang kehidupan.

"Jumlah tukang di seluruh Indonesia itu sekitar 15 jutaan. Jumlah itu jauh lebih besar dari jumlah PNS atau karyawan BUMN digabungkan," kata Muhammad Kuswandi di acara syukuran aplikasi Tukangharian.id di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (19 Desember 2019).

Tulangharian.id merupakan aplikasi yang mengumpulkan para tukang di seluruh Indonesia agar layanannya bisa digunakan masyarakat. Aplikasi ini bekerja ibarat mandor bagi para tukang karena memberikan orderan kerja. Tak hanya itu, aplikasi ini juga akan memberikan fasilitas kepada para tukang terutama soal sertifikasi dan edukasi.

Muhammad Kuswandi mengatakan, secara sederhana aplikasi Tukangharian.id bekerja layaknya layanan transportasi online Gojek atau Grab. Bedanya, disini yang didistribusikan adalah layanan tukang sehingga pihaknya memerlukan data-data para tukang tersebut.

"Tiga pekan terakhir sudah 1000 yang mendownload aplikasi Tukangharian.id. Kami berencana mengincar 514 kabupaten dan kecamatan dulu. Untuk tahap awal tukang-tukang di kecamatan se-Jabodetabek kita kumpulkan dulu," ujarnya.

Dewan penasehat sekaligus penggagas Tukangharian.id, Haidar Alwi, mengatakan tujuan utama aplikasi ini adalah meningkatkan kesejahteraan para tukang. Tukang yang dimaksud tidak semata tukang bangunan saja, tetapi banyak tukang lain seperti tukang cuci, tukang rias, tukang perabot, tukang masak dan berbagai spesifikasi lain yang masih dikembangkan di aplikasi.

"Kenapa kita urus tukang ini? Karena kalau buruh sudah banyak yang urus. Setiap tanggal 1 Mei buruh demo dan mereka dapat BPJS. Kalau tukang enggak ada, maka lewat aplikasi ini kita berdayakan tukang ini," kata Haidar Alwi.

Menurut Haidar, ada berbagai data tukang di Indonesia namun mengacu kepada data Adhi Karya, jumlah para tukang mencapai 17 juta. Menurut Haidar, jika Gojek atau Grab menjadikan driver/ojek sebagai mitra/partner, maka aplikasi Tukangharian.id menjadikan tukang sebagai tenaga kerja.

"Waktu aplikasi ini dilaunching 21 September 2019 lalu, kita ingin tukang diberi BPJS, tukang di kasih uang pensiun, asuransi juga. Ingat, kita jangan pernah pikir untung besar, tapi yang penting cukup. Karena tukang ini harus dijamin untuk cukup dulu, jangan sampai kekurangan," ujarnya.

Tukangharian.id menjadikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai ketua dewan penasehat. Haidar mengatakan masih panjang jalan yang akan dilalui oleh Tukangharian.id karena untuk berkembang tidak 'bakar duit', tetapi menanam duit di koordinator wilayah para tukang tersebut.

"Makanya sosialisasi kita utamakan ke korwil-korwil dulu. Saat ini kita sudah bentuk korwil masing-masing di Jabodetabek untuk sosialisasi aplikasi tukangharian.id ini. Duit kita sebar ke korwil, bukan bakar duit, mereka sosialisasi, edukasi termasuk menggunakan ponsel dan aplikasinya."

#Tukangharian.id   #dpnperkasa   #Datapribadi   #informasisensitif   #keamanandata   #perlindungandata   #sistemelektronik   #tukang   #transaksielektronik

Share:




BACA JUGA
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Serahkan Anugerah KIP, Wapres Soroti Kebocoran Data dan Pemerataan Layanan
Bawaslu Minta KPU Segera Klarifikasi Kebocoran Data, Kominfo Ingatkan Wajib Lapor 3x24 Jam
BSSN Berikan Literasi Keamanan Siber Terhadap Ancaman Data Pribadi di Indonesia