IND | ENG
Danai Startup, Alpha JWC Ventures Raih Funding US$ 123 juta

Ilustrasi | Foto: Freepik

Danai Startup, Alpha JWC Ventures Raih Funding US$ 123 juta
Eman Sulaeman Diposting : Kamis, 19 Desember 2019 - 14:30 WIB

Jakarta,Cyberthreat.id- Firma modal ventura (venture capital) Alpha JWC Ventures menutup pengumpulan dana investasi (Fund) keduanya dengan jumlah US$ 123 juta, atau sekitar Rp 1,7 triliun rupiah.

Diluncurkan pada pertengahan 2018, Fund 2 ini ditutup oversubscribed, dengan jumlah investor yang ingin bergabung lebih banyak daripada slot yang tersedia, dan dengan hampir seluruh investor di Fund 1 bergabung di Fund 2 ini.

Sebelumnya, Alpha JWC Ventures meluncurkan Fund 1 dengan jumlah US$ 50 juta, atau sekitar Rp 700 miliar pada 2016, dan telah menyalurkan seluruhnya melalui investasi di 23 startup di Asia Tenggara dengan mayoritas di Indonesia.

Dari 23 startup tersebut, lebih dari 90% telah mendapatkan pendanaan lanjutan, baik dari Alpha JWC atau investor regional/global lainnya.

Portofolio Fund 1 Alpha JWC termasuk Carro (marketplace otomotif terbesar di Asia Tenggara), Modalku-Funding Societies (salah satu penyedia peer-to-peer lending bagi UMKM terbesar di Asia Tenggara dengan operasi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand), dan Kredivo (penyedia kartu kredit digital terbesar di Indonesia).

Dalam kurang dari 4 tahun, Fund 1 telah berkembang hingga 3,2x dalam Net Asset Value (NAV). Alpha JWC juga telah berhasil melakukan dua exit, yaitu jaringan co-working space Spacemob (akuisisi oleh WeWork di 2017) dan media bisnis DealStreetAsia (akuisisi oleh Nikkei di 2019).

Sementara itu, Fund kedua ini telah diinvestasikan sejak akhir 2018 ke 14 startup, menjadikan Alpha JWC Ventures salah satu firma modal ventura yang paling aktif di Asia Tenggara. Hingga kini, investasi terbesar Fund 2 adalah pendanaan awal (Seed Funding) sejumlah US$ 8 juta (sekitar Rp 121 miliar) pada Kopi Kenangan di November 2018.

“Dengan Fund baru ini, kami bisa lebih aktif dalam melakukan pendanaan serta mencakup lebih banyak sektor dan wilayah. Kami sadar bahwa ekonomi digital di seluruh dunia telah banyak berubah, terutama di satu tahun belakangan, baik di segi tren, perilaku, dan lain-lain. Namun, kami tetap percaya akan potensi besar industri ini di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami harus tetap optimis, aktif, namun tetap berhati-hati,” kata Chandra Tjan, Co-Founder dan Managing Partner Alpha JWC Ventures melalui siaran pers, Kamis, (18 Desember 2019).

Dalam manajemen portfolio, Alpha JWC memiliki pendekatan hands-on bagi para startup binaannya, dalam berbagai lini bisnis terkait, mulai dari dukungan rekrutmen, marketing, hingga legal.  Kini, Alpha JWC memiliki 33 portofolio aktif yang telah menjadi sebuah jaringan simbiosis tersendiri.

“Kami telah membangun hubungan erat dengan seluruh startup kami, layaknya sebuah keluarga besar yang terdiri dari puluhan startup di berbagai negara. Ini memungkinkan adanya kolaborasi dan kerja sama di dalam ekosistem yang positif ini,” ujar Tjan.

Setelah membangun posisi yang cukup kuat di Indonesia, Alpha JWC kini tengah melebarkan sayapnya di Asia Tenggara, salah satunya dengan membuka kantor permanen di Singapura untuk akselerasi pendanaan di tingkat regional. Alpha JWC juga berencana untuk membangun presensi di Vietnam serta meneruskan fokusnya di Indonesia.

“Kami terus memperhatikan industri digital Vietnam secara aktif untuk kesempatan pendanaan. Sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, kami yakin Vietnam adalah pasar terbesar selanjutnya di Asia Tenggara. Sejauh ini, kami telah memiliki tiga investasi di Vietnam dan sedang mendalami beberapa startup lainnya,” tambah Tjan.

#startup   #jwcalphaventure   #pendanaanstartup   #asiatenggara   #indonesia

Share:




BACA JUGA
Startup Bukti Nyata Hilirisasi Digital
Indonesia - Tiongkok Perkuat Kerja Sama Sektor Digital
Pelindungan Konsumen Perkuat Kepercayaan pada Keuangan Digital
Bank Indonesia: Inovasi Digitalisasi Eksyar untuk Pemulihan Ekonomi
Laporan Baru Ungkap 3 Kelompok China-Nexus Menyerang Asia Tenggara