
LifeLabs | Foto: CBC
LifeLabs | Foto: CBC
Cyberthreat.id – LifeLabs, perusahaan pengujian laboratorium medis terbesar di Kanada, mengalami serangan siber yang menargetkan informasi sensitif dari jutaan kliennya.
Dalam pengumuman kepada publik, LifeLabs mengatakan, telah mengambil tindakan dan berkonsultasi dengan pakar keamanan siber. Sayangnya, dalam pemberitahuan itu, perusahaan tak menjelaskan bentuk dan asal serangan siber yang terjadi pada 1 November lalu, demikian seperti dikutip dari CBC, Selasa.
Pada Selasa (17 Desember 2019), Kantor Komisaris Informasi dan Privasi Ontario dan Kantor Komisaris Informasi dan Privasi untuk British Columbia mengeluarkan pernyataan tentang pelanggaran data yang mempengaruhi jutaan pelanggan LifeLabs.
Kebocoran data klien LifeLabs tersebut mencakup nama, alamat, alamat email, log-in pelanggan dan kata sandi, nomor kartu kesehatan, dan hasil tes laboratorium. Sedikitnya jumlah pelanggan yang terkena dampak kebocoran data itu sekitar 15 juta orang di Ontario dan British Columbia.
Ini bukan insiden pertama yang melanggar sistem komputer Lifelabs. Pada Januari 2013, informasi medis dari ribuan pasien di Kamloops, British Columbia juga hilang.
Perusahaan baru terbuka kepada publik pada Juni 2013 dan mengakui telah kehilangan diska keras (harddisk) komputer yang menyimpan informasi lebih dari 16.000 pasien.
Diska keras yang hilang tersebut menyimpan data hasil elektrokardiogram yang dikumpulkan di tiga fasilitas antara 2007 hingga 2013.
Share: