
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Tahun 2019 dunia global menyaksikan teknologi keamanan siber (cybersecurity) semakin maju dengan perkembangan alat dan teknik canggih untuk memenuhi tantangan yang ditimbulkan oleh ancaman cyber terbaru.
Tahun 2018 banyak yang memprediksi bagaimana taktik serangan akan tumbuh, teknologi apa yang akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan keamanan di dunia maya.
2019, Peningkatan Jumlah Serangan
Phishing muncul sebagai ancaman keamanan siber terbesar. Laporan Data Breach Investigation Report (DBIR) terbaru mengungkapkan 32 persen dari pelanggaran dan 78 persen dari insiden spionase (kegiatan memata-matai) siber dilakukan melalui serangan Phishing.
Ruang lingkup phishing telah melebar sepanjang tahun ini dimana email Phishing masih memimpin di atas. Organisasi/perusahaan menghadapi dua tantangan besar yakni: kesadaran cybersecurity (awareness) di seluruh departemen dan serangan Phishing yang terus berkembang dan semakin pintar.
AI dan Machine Learning
Dua teknologi ini berhasil memasuki dunia cybersecurity melalui otomatisasi. Dunia industri terus mengembangkan teknologi ini untuk mengatasi tantangan operasional dalam security.
Survei Ponemon 2019 menyatakan hampir 30 persen responden sudah menggunakan alat otomatisasi (AI dan ML) dan hampir 50 persen berencana untuk pindah ke platform otomasi dalam enam bulan hingga tiga tahun ke depan.
Alat dan platform otomasi membantu dalam mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber, memeriksa kegiatan yang tidak biasa, melacak aset organisasi, menjaga perangkat lunak diperbarui tanpa upaya manusia tambahan, dan banyak lagi.
Vektor Serangan Meluas
Fakta bahwa telah terjadi peningkatan serangan melalui perangkat Internet of Things (IoT) mulai dari rumah hingga organisasi. Namun, ponsel juga menjadi saluran serangan dominan terbaru.
Kenyamanan dan kemudahan hidup dalam melakukan aktivitas pribadi dan profesional dengan beberapa klik, telah memikat penyerang untuk menemukan banyak cara guna mengeksploitasi ponsel.
Symantec pernah mengekspos 25 aplikasi Android yang bertindak jahat yang telah di download lebih dari 2,1 juta pengguna. Sementara peneliti Wandera melaporkan dua aplikasi Malware aneh memiliki lebih dari 1,5 juta pemasangan. Ini hanya beberapa dari aplikasi berbahaya yang ditemukan tahun ini.
GDPR dan Perlindungan Data
Setelah Uni Eropa meluncurkan General Data Protection Regulation (GDPR) pada 2018 untuk perlindungan data dan privasi, organisasi memulai upaya untuk mematuhi standar dan undang-undang terkait privasi data.
GDPR mendorong perusahaan untuk menjadi lebih transparan dan meningkatkan upaya berbagi informasi, terutama dalam hal insiden keamanan atau privasi. Masih harus dilihat apa yang akan terjadi tahun depan untuk lanskap cybersecurity.
Menurut Anda seperti apa cybersecurity di tahun 2020 nanti?
Share: