
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – SK Telecom dan Samsung Heavy Industries mengembangkan platform navigasi otonom berbasis teknologi 5G. Platform navigasi ini memungkinkan kapal bergerak secara otonom ke tujuan yang ditetapkan.
Kedua perusahaan melakukan uji coba dengan kapal sepanjang 3,3 meter yang dikembangkan Samsung. Dengan sensor lidar yang terhubung ke jaringan 5G, kapal itu merapat di galangan kapal di Geoje City, Korea Selatan.
Tujuan kapal tersebut diatur dari jarak jauh di pusat kendali di Kota Daejeon yang berjarak 250 kilometer, demikian tulis ZDNet, Selasa (10 Desember 2019).
Kapal berlayar dengan aman ke tujuan dan bisa menghindari rintangan, kata SK Telecom. Mereka juga mampu mengendalikan dan memantau dari pusat kendali melalui jaringan 5G yang dimiliki SK Telecom.
SK Telecom adalah operator telekomunikasi di Korea Selatan yang dimiliki SK Group.
Menurut laporan ZDNet, tujuan jangka panjang kedua perusahaan adalah menciptakan “5G smart yard” yang akan meningkatkan keamanan kapal saat berlayar di perairan sempit dan dekat pantai.
Kedua perusahaan tersebut juga bekerja sama mengembangkan platform augmented reality (AR) yang akan digunakan untuk memeriksa barang yang dimuat.
Sebelumnya, SK Telecom memang fokus mengembangkan diri untuk fokus pada teknologi 5G di berbagai sektor mulai kota pintar hingga infrastruktur mandiri.
Perusahaan juga menggandeng raksasa obrolan lokal Kakao dalam jaringan 5G untuk menciptakan layanan baru dalam perdagangan, belanja, dan konten digital.
Dikutip dari Korea Herald, Samsung Heavy juga berencana untuk memajukan kapabilitas pembuatan kapal perusahaan dengan dukungan teknologi telekomunikasi 5G yang akan memungkinkan karyawan untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja.
Pada Maret lalu, kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman untuk membangun galangan kapal pintar berbasis 5G.
Redaktur: Andi Nugroho
Share: