IND | ENG
Menristek Siapkan Peta Jalan Pengembangan AI

Menristek Bambang Brodjonegoro | Foto: Ristekdikti.go.id

Menristek Siapkan Peta Jalan Pengembangan AI
Andi Nugroho Diposting : Minggu, 08 Desember 2019 - 08:00 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia perlu segera menyusun peta jalan (roadmap) untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"AI merupakan salah satu bagian atau fitur penting dari revolusi industri 4.0, tapi untuk kita di Indonesia masih belum terbentuk atau jelas petanya," kata dia di Jakarta, 20 November lalu.

Menurut dia, peta jalan itu terkait pengaplikasian kecerdasan buatan sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia terlebih dahulu.

Kalau kebutuhan lebih merujuk, misalnya sektor kesehatan, kecerdasan buatan yang dibentuk atau diaplikasikan itu juga harus diarahkan ke bidang atau sektor yang sama.

"Jadi sekarang kita harus identifikasi mana yang prioritas dulu dalam revolusi industri ke-4 ini, termasuk pula adanya cyber security atau keamanan komputer serta dan kejelasan seperti apa nantinya pengembangan kecerdasan buatan Indonesia disertai dengan alat dan sumber daya manusianya,” kata dia seperti dikutip dari Antaranews.com.

Menristek menyatakan pihaknya membutuhkan prospek dari AI tersebut untuk membuat strategi nasional. Ia berharap persiapan konsep peta jalan tersedia pada 2020.

Secara umum, ia menjelaskan dalam menerapkan revolusi industri 4.0, langkah pertama Indonesia perlu mengadopsi revolusi industri itu sendiri di semua aspeknya. Tak hanya soal AI, tapi ada pula cloud computing, internet of things, dan sebagainya.

Pada 28 November lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan, telah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar birokrasi diganti dengan kecerdasan buatan (AI) agar dapat bekerja lebih cepat. Namun, rencana itu juga harus mendapat dukungan DPR untuk mengesahkan "omnibus law".

"Kita tidak ingin memotong pendapatan dari ASN (Aparatur Sipil Negara) kita. Ndak," kata dia.

"Yang kita butuhkan tadi, kecepatan. Kebijakan untuk kecepatan memutuskan di lapangan. Karena sekarang ini, pemerintah yang fleksibel sangat dibutuhkan," Presiden menambahkan.

"Kapal kita kapal besar, kalau kita memiliki alat-alat, instrumen-instrumen yang membuat kita cepat dalam bertindak, memutuskan, itu akan sangat membantu sekali dalam mengelola pemerintah, negara ini," tutur dia.

"Sekarang ada AI yang bisa membantu kita dalam hal teknis, masalah administrasi, yang bisa mengerjakan dalam akumulasi data tidak manual, bisa pengolahan data," ujar Jokowi.

"Tapi, ini proses panjang, sekarang persiapan menuju ke sana, sehingga birokrasi kita lebih cepat, tugas birokrasi jadi lebih ringan," ia menambahkan.

#menkominfo   #johnnygplate   #ai   #kecerdasanbuatan   #jokowi   #pejabateselon   #pemangkasaneselon   #menristek

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
INA Digital Mudahkan Masyarakat Akses Layanan Publik dalam Satu Aplikasi
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif