IND | ENG
idEA Minta Pemerintah Bikin Standar Keamanan Platform

Ilustrasi | Foto: Cyberthreat.id/Faisal Hafis

idEA Minta Pemerintah Bikin Standar Keamanan Platform
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Rabu, 04 Desember 2019 - 19:27 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Ketua Bidang Ekonomi Digital Indonesia E-Commerce Association (idEA), Bima Laga, meminta agar pemerintah, dalam hal ini Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), membuat standar keamanan platform untuk perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia.

Hal itu disampaikan Bima dalam diskusi bertajuk “Peluang dan Tantangan Ruang Siber Indonesia Menjadi Ekosistem yang Mampu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Digital” di Jakarta, Rabu (4 Desember 2019).

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut Direktur Proteksi Keamanan Digital BSSN Anton Setiyawan dan Chief Product Officer (CPO) Halodoc Alfonsius Timboel.

Menurut Bima, BSSN perlu menciptakan standar keamanan platform yang memiliki tingkatan berdasarkan jenis usaha yang dijalani sehingga tidak memberatkan satu pihak saja.

“Misalnya, antara UKM dan pengusaha besar memiliki tingkatan standar kemanan yang berbeda dan biaya juga bisa disesuaikan,” tutur Bima.

Menurut Bima, idEA juga selalu menekankan kepada para pelaku e-commerce untuk memberikan literasi keamanan digital kepada para pelapak dan konsumen, misalnya, terhadap penipuan online berupa phishing dan skimming.

Menyangkut literasi keamanan digital, “Kami juga sudah bekerja sama dengan BSSN selama dua tahun. Harapannya literasi ini semakin masif dan meningkatkan awareness masyarakat terkait kejahatan siber,” ujar Bima.

Sementara, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiyawan, mengatakan, program literasi keamanan siber akan menjadi prioritas kerja BSSN.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, kata Anton, konsen utama BSSN adalah menjaga infrastruktur dan menciptakan ekosistem digital yang aman bagi para pelaku usaha.

“Program literasi ini akan menjadi salah satu program prioritas. Tak hanya kepada masyarakat umum, tapi akan kami fokuskan pada startup dan para pelaku UMKM juga konsumen,” ujar dia.

BSSN selalu menekankan kepada para pelaku usaha agar selalu memperhatikan aspek-aspek keamanan informasi. Terlebih, kata Anton, saat ini data menjadi salah satu aspek penting dalam pertumbuhan ekonomi digital dan menjadi komoditas yang diincar oleh para penjahat siber.

Redaktur: Andi Nugroho

#bssn   #ekonomidigital   #keamanansiber   #e-commerce   #idea   #bimalaga   #halodoc   #keamananplatform   #ancamansiber   #serangansiber

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Wujudkan Visi Indonesia Digital 2045, Pemerintah Dorong Riset Ekonomi Digital
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.