IND | ENG
Riset: Pengguna Windows Sasaran Terbanyak Malvertising

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Riset: Pengguna Windows Sasaran Terbanyak Malvertising
Andi Nugroho Diposting : Senin, 02 Desember 2019 - 16:40 WIB

Cyberthreat.id – Sebuah riset yang dilakukan Devcon, perusahaan keamanan siber (cybersecurity) asal Tennessee, AS menyebutkan, bahwa mayoritas kampanye iklan berbahaya (malvertising) menargetkan pengguna Windows.

Perusahaan mengatakan, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh alat internalnya, sekitar 61 persen dari iklan berbahaya ditemukan antara 11 Juli hingga 22 November 2019.

“Ini termasuk kampanye iklan berbahaya "yang dirancang untuk mengarahkan pengguna ke situs web berbahaya (malicious site) atau untuk menipu pengguna agar mengunduh sebagian malware," demikian temuan Devcon seperti diberitakan ZDNet, Senin (2 Desember 2019).

Mengapa Windows jadi target paling banyak?

Devcon mengatakan alasannya sederhana karena pengguna Windows begitu besar di dunia. Selain itu, dalam riset selama 30 tahun terakhir, sebagian besar malware memang menargetkan perangkat Windows.

Temuan yang mengejutkan, menurut Devcon, kampanye iklan jahat selama empat bulan terakhir telah menargetkan ChromeOS dalam jumlah yang mengejutkan.

Devcon mengatakan 22 persen dari iklan berbahaya yang mereka amati menargetkan ChromeOS  dibandingkan macOS (10,5 persen), iOS (3,2 persen), Android (2,1 persen), dan iPadOS (0,8 persen).

Yang paling tidak ditargetkan, kata Devcon, adalah Linux, yang hanya menyumbang 0,3 persen dari semua iklan jahat berbahaya yang terdeteksi.

Pekan lalu, perusahaan keamanan iklan, Confiant, juga mengeluarkan penemuannya terkait dengan malvertising. Confiant mengatakan telah menganalisis lebih dari 120 miliar tayangan iklan yang diterbitkan pada kuartal ketiga 2019 (1 Juli hingga 30 September 2019) melalui 75 jaringan iklan (disebut SSP atau platform sisi penawaran).

Confiant mengatakan menemukan bahwa hampir 60 persen dari semua iklan berbahaya yang dicatat selama kuartal ketiga 2019 hanya berasal dari tiga platform iklan."Yang paling mengkhawatirkan, satu SSP bertanggung jawab atas 3 persen dari tayangan iklan malvertising," kata Confiant. Sayangnya, Confiant tidak menyebutkan tiga platform iklan tersebut.

#malvertising   #iklanberbahaya   #malware   #serangansiber   #ancamansiber   #devcon   #confiant

Share:




BACA JUGA
Awas, Serangan Phishing Baru Kirimkan Keylogger yang Disamarkan sebagai Bank Payment Notice
Malware Manfaatkan Plugin WordPress Popup Builder untuk Menginfeksi 3.900+ Situs
CHAVECLOAK, Trojan Perbankan Terbaru
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Paket PyPI Tidak Aktif Disusupi untuk Menyebarkan Malware Nova Sentinel