
Pendiri Lippo Group Mochtar Riady | Foto: mei-karta.com
Pendiri Lippo Group Mochtar Riady | Foto: mei-karta.com
Jakarta, Cyberthreat.id – Siapa tak kenal Matahari Department Store?
Kesuksesan jaringan toko ritel Matahari—didirikan oleh Hari Darmawan dan akhirnya dibeli oleh Lippo Group pada 1997—sayangnya tak menular ke saudara mudanya Mataharimall.com, situs web yang diluncurkan Lippo untuk bersaing di pasar daring (online).
Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady mengakui adanya kegagalan dalam membangun Mataharimall.com.
"Mataharimall.com itu gagal karena melawan hukum alam, langsung dibuat besar, tidak dari kecil dulu," kata Mochtar Riady saat menjadi pembicara kunci pada Pertemuan Digital Indonesia yang digelar oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Djakarta Theatre, Kamis (28 November 2019).
Ketika memulai Mataharimall.com, kata dia, langsung menyewa ratusan tenaga ahli di bidang teknologi digital. "Ada 300 orang," kata Mochtar yang kini berusia 91 tahun.
Di era digital, menurut Mochtar, perkembangan yang mengarah ke kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang harus diantisipasi dan dimanfaatkan.
Ia mencontohkan China ketika 20-an tahun lalu masih jauh tertinggal dari Indonesia, kini menikmati kemajuan setelah memanfaatkan revolusi industri dan era digital. "China sekarang sudah menjadi negara terbesar kedua di dunia," ujar dia.
Perubahan teknologi yang begitu cepat harus diantisipasi pula agar tidak ikut "binasa". "[Bisnis] yang gagal karena tidak sensitif dengan perubahan ekonomi karena perubahan teknologi, perubahan politik karena perubahan teknologi. Padahal, perubahan teknologi memberi peluang lain untuk tetap tumbuh dan hidup," kata Mochtar seperti dikutip dari Antaranews.com.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk bisnis yang lebih mudah, efisien dan luas. Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.
Share: