IND | ENG
Interpol Kritik Penerapan Enkripsi End-to-end di Aplikasi

Interpol | Foto: journalofdemocracy.org

Interpol Kritik Penerapan Enkripsi End-to-end di Aplikasi
Andi Nugroho Diposting : Kamis, 28 November 2019 - 10:11 WIB

San Francisco, Cyberthreat.id – Interpol, badan kepolisian internasional, mengkritik perusahaan-perusahaan teknologi yang mulai menerapkan enkripsi ujung ke ujung (end-to-end).

Interpol juga meminta agar perusahaan teknologi merancang produk yang memungkinkan pemerintah untuk mendapatkan akses ke data dalam format yang dapat dibaca dan digunakan.

Namun, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (27 November 2019), gagasan tersebut mendapatkan pertentangan dari perusahaan teknologi dan pendukung kebebasan sipil.

Interpol mengeluhkan dengan adanya enkripsi seperti itu menyulitkan pemerintah melacak kejahatan terhadap anak-anak.

Enkripsi seperti itu umumnya tidak dapat diputus tanpa akses ke salah satu perangkat yang berpartisipasi dalam interaksi meski banyak layanan melacak siapa yang berkomunikasi dengan siapa dan menjaga informasi lain membantu penegakan hukum.

Facebook Inc pada khususnya mendapat kecaman tahun ini setelah mengumumkan rencana untuk sepenuhnya mengenkripsi Facebook Messenger-nya, padahal obrolan teks sudah ada di layanan WhatsApp.

Facebook dan lainnya berpendapat bahwa enkripsi yang kuat juga menghalangi peretasan kriminal dan pengawasan terhadap aktivis politik damai oleh rezim represif.

#interpol   #enkripsi   #whatsapp   #facebookmessenger   #kejahatananak   #serangansiber   #hacker   #ancamansiber   #keamanansiber

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata