
Upbit | Foto: App Store
Upbit | Foto: App Store
Cyberthreat.id – Upbit, pertukaran mata uang kripto (cryptocurrency) terbesar di Korea Selatan, mengklaim telah mendapatkan serangan siber yang menyebabkan uang setara US$ 48,5 (sekitar Rp 683 miliar) juta raib.
Perusahaan mengumumkan tentang kejadian itu pada Rabu (27 November 2019) dan langsung menangguhkan layanan setoran dan penarikan cryptocurrency.
Perusahaan juga mengatakan, peretas (hacker) telah membawa 342.000 Ethereum (ETH) atau sekitar US$ 48,5 juta dari “dompet panas” Upbeat Ethereum.
CEO Doo-myeon—operator Upbit—, Lee Seok-woo, mengatakan, serangan tersebut terjadi pada Rabu kemarin pukul 13.06 waktu setempati. Menurut dia, dalam dompet tersebut terdapat 17 transaksi, bahkan ETH yang dicuri juga masih tersimpan.
Lee Seok-woo berjanji aset Upbit akan mengcover seluruh dana yang dicuri oleh peretas dan pelanggan tidak akan terkena dampak dari peristiwa tersebut. Ia juga mengatakan jika dalam jangka waktu dua pekan layanan setoran dan penarikan akan kembali normal.
Cryptocurrency yang tersisa dalam “dompet panas” telah ditransfer ke sistem penyimpanan “dompet dingin” yang tidak terhubung ke internet.
Dengan kejadian tersebut, untuk menghindari serangan terhadap pertukaran mata uang kripto, tidak direkomendasikan untuk menyimpan banyak koin dalam “dompet panas”. Alasannya sangat berpotensi diakses oleh penjahat siber, apalagi tidak ada informasi mengenai bagaimana serangan cyber tersebut terjadi.
Di forum Reddit, beberapa pengguna mempertanyakan keaslian dari klaim peretasan. Bahkan, sebagian dari mereka tidak kaget ketika Upbit diretas karena perusahaan itu beberapa kali mengalami serangan cyber.
Di sisi lain, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya kerugian Upbit dari serangan siber. Seperti kasus-kasus sebelumnya yang diduga penipuan terjadi pada bursa cryptocurrency BitConnect, Benebit, dan LoopX. te, demikian seperti dikutip dari ZDNet, Rabu.
Share: