IND | ENG
Spanyol Lacak Pengguna Ponsel

Ilustrasi

Spanyol Lacak Pengguna Ponsel
Arif Rahman Diposting : Minggu, 24 November 2019 - 22:54 WIB

Cyberthreat.id - Badan Statistik Spanyol (INE/Instituto Nacional de Estadistica) melakukan pelacakan terhadap pengguna ponsel di negara berpenduduk 46,7 juta (sensus tahun 2018) tersebut. Pemerintah mengatakan ide itu bertujuan untuk mendapatkan masukan yang lebih baik tentang ke mana orang-orang Spanyol bepergian siang dan malam.

Tiga perusahaan seluler terbesar ikut serta dalam skema ini. Mereka mengatakan, dengan menyerahkan data (bukan data pribadi), ketiga perusahaan tersebut tidak melanggar hukum apa pun. 

Apa yang dilakukan?

INE ingin melacak pergerakan orang Spanyol selama delapan hari yang terbagi ke dalam berbagai tempat. Pertama, data pergerakan ke tempat kerja atau belajar (pendidikan) dari tanggal 18-21 November. Kemudian data juga dikumpulkan pada saat hari libur.

Bagian kedua dari pengumpulan data akan dilakukan pada hari Minggu 24 November termasuk Hari Natal dan dua hari pada saat musim panas 2020 mendatang.

Tiga perusahaan raksasa telekomunikasi yakni Movistar, Vodafone dan Orange - mencakup 78,7 persen dari pengguna ponsel Spanyol. Ketiganya dibayar total 550 ribu USD (Rp 7,7 miliar) untuk mengambil bagian dalam penelitian ini.

Spanyol akan dibagi menjadi 3.200 sel. Ketiga operator akan menentukan berapa banyak ponsel di dalam setiap sel pada berbagai waktu dalam sehari. Mereka akan menganalisis ponsel antara tengah malam dan pukul 06:00 untuk mencari tahu di mana orang tinggal dan kemudian antara pukul 09:00 dan 18:00.

Operator seluler menjamin tidak ada cara pengguna dapat diidentifikasi dan profiling, sehingga tidak ada data pribadi yang ditransfer.

"Kita akan tahu, misalnya, berapa banyak ponsel pada pukul 17:00 di jalan tertentu di kota mana pun yang berpenduduk lebih dari 15 ribu orang, tetapi tidak lebih dari itu," kata INE kepada El Confidencial sebagaimana diberitakan BBC.

Setelah semua data dianalisis, Pemerintah berharap bakal memiliki gagasan yang lebih jelas tentang kapan dan di mana orang Spanyol bepergian. Informasi tersebut juga digunakan untuk meningkatkan transportasi dan layanan publik.

"INE ingin menggunakan perincian dalam sensus berikutnya pada tahun 2021," demikian keterangan resmi INE.

Kata Kritikus

Di media sosial publik Spanyol mengangkat masalah privasi. Salah satu pengacara teknologi, David Maeztu, mengatakan operator telepon tidak seharusnya menggunakan data dari pelanggan untuk keperluan statistik.

Beberapa pengguna ponsel menyarankan untuk mematikan atau beralih ke mode pesawat saat penelitian sedang berlangsung. Banyak juga pengguna Orange dan Vodafone mengatur preferensi mereka atau mengirim email memberitahukan agar data tidak diteruskan ke pihak ketiga.

Organisasi konsumen Spanyol OCU memperingatkan, eksperimen menggunakan lokasi ponsel adalah data pribadi, dan menjaga detail nomor telepon tanpa nama saja tidak cukup mengamankan privasi.

Google Maps dan Facebook

Pakar keamanan siber, Jose Rosell berpandangan lain. Ia bingung bahwa orang-orang khawatir sementara data-data banyak tersedia di lapangan, tetapi tidak digunakan. Ia juga heran kenapa orang heboh dengan data yang dikumpulkan.

Rosell justru mempertanyakan privasi dan keamanan data yang selama ini dikumpulkan Google Maps dan Facebook (termasuk WhatsApp dan Instagram) hingga Amazon. Ketiga raksasa teknologi itu sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari orang Spanyol.

"Saat ini setiap ponsel memiliki antara 10 hingga 20 pelacak gerakan. Selain geolokasi, ada kamera dan mikrofon. Orang tidak berpikir apa artinya itu," kata Rosell kepada El Mundo.

#Bigdata   #Datatransaksi   #datapribadi   #datatransportasi   #databreach   #kebocorandata   #cybersecurity   #cyberthreat   #layananonline   #spbe

Share:




BACA JUGA
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global
Peningkatan Malware Raspberry Robin dengan Penyebaran Discord dan Eksploitasi Baru
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode
Serahkan Anugerah KIP, Wapres Soroti Kebocoran Data dan Pemerataan Layanan
Bawaslu Minta KPU Segera Klarifikasi Kebocoran Data, Kominfo Ingatkan Wajib Lapor 3x24 Jam