IND | ENG
Perangkat yang Masuk Rusia Wajib Software Lokal

Ilustrasi

Perangkat yang Masuk Rusia Wajib Software Lokal
Arif Rahman Diposting : Sabtu, 23 November 2019 - 20:21 WIB

Cyberthreat.id - Rusia telah mengeluarkan aturan dan regulasi yang mewajibkan perangkat asing yang masuk ke negara tersebut harus menggunakan software/aplikasi lokal. Dari sudut pandang negara, kebijakan itu akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan produsen software lokal.

Sebaliknya sudut pandang lain yang kerap dikemukakan LSM menyatakan aturan tersebut bakal membuat negara mengawasi masyarakatnya, kemanapun para pengguna bergerak.

Aturan tersebut mulai berlaku Juli 2020. Aturan ini menyatakan bahwa Rusia harus punya "stok alternatif" terhadap ketersediaan software.

"Tetapi itu tetap tergantung pada individu yang menggunakan perangkat seperti apa," demikian isi aturan dilansir The Inquirer, Jumat (22 November 2019).

Muncul kekhawatiran mengenai backdoor dan muatan jahat yang dimasukkan ke dalam software. Dilihat dari efektivitas, Rusia mencoba untuk meninggalkan ketergantungan software dari negara-negara Barat yang selama ini diduga melakukan peretasan antar negara-bangsa.

Aturan baru ini tidak hanya memengaruhi ponsel dan laptop, tetapi semua perangkat pintar termasuk Smart TV dan perangkat streaming audio.

"Ketika kami membeli perangkat elektronik yang rumit, mereka sudah memiliki aplikasi individual, kebanyakan aplikasi Barat yang sudah di install sebelumnya," kata Oleg Nikolayev, seorang pengguna perangkat di Rusia.

Oleg mengungkapkan, selama ini pengguna di Rusia sudah berpikir bahwa mereka tidak punya alternatif software domestik yang tersedia. Ia mengatakan bahwa semua aturan ini berpulang kepada pengguna.

"Dan di samping aplikasi pra-instal, kami juga akan menawarkan kepada pengguna di Rusia, mereka akan memiliki hak untuk memilih," ujar Oleg.

Pemerintah Rusia sedang membuat daftar lengkap perangkat dan software alternatif apa yang perlu diinstal ke dalam perangkat. Sejumlah pihak mengaku takut software tersebut telah dikompromikan terutama terkait keamanannya sehingga produsen software negara Barat akan menarik diri.

Kebijakan terkait software dan perangkat ini merupakan bagian dari rangkaian strategi "isolasionis" Rusia untuk membawa negara itu keluar dari "hambatan utama" internet. Awal bulan ini Rusia telah memindahkan seluruh infrastruktur ke jaringan lokal.

"Rusia bisa memutus koneksi dari jaringan internet dunia hanya sekejap mata."

#Aplikasi   #softwarelokal   #install   #cybersecurity   #cyberthreat   #OS   #perangkat   #smartphone   #laptop   #internet

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Phobos Ransomware Agresif Targetkan Infrastruktur Kritis AS
Microsoft Merilis PyRIT - Alat Red Teaming untuk AI Generatif
Politeknik Siber dan Sandi Negara Gandeng KOICA Selenggarakan Program Cyber Security Vocational Center
Survei APJII, Pengguna Internet Indonesia 2024 Mencapai 221,5 Juta Jiwa