
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Jakarta, Cyberthreat.id – Salah satu pekerjaan yang paling menggiurkan saat ini, selain gaji yang besar dan siap menjadi orang terkenal, adalah seorang programmer.
Di era digital, banyak orang membuat perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi informasi. Aplikasi-aplikasi baru bermunculan bak cendawan di musim hujan. Kesuksesan Google, Apple, Facebook, Gojek, Bukalapak, Tokopedia, atau Traveloka membuat orang ingin mengikutinya.
Di balik dari kesukesan platform besar yang telah masuk kategori dari unicorn hingga hectocorn itu, salah satu peran yang tak boleh disepelekan, siapa lagi jika bukan, pasukan programmer—atau mereka sering disebut sebagai developer.
Sederhananya, programmer adalah orang yang pakar dalam bahasa pemrograman dan hasil dari kerjanya berupa aplikasi untuk komputer, web, atau seluler.
Banyak tokoh terkenal di dunia pemrograman, sebut saja Paul Allen (pendiri Microsoft), Linus Torvalds (pencipta sistem operasi Linux), Mark Zuckerberg (Facebook), dan Even Williams (Twitter).
Namun, jika kamu ingin menjadi programmer yang baik dan sukses seperti mereka, ada tips yang bisa kamu jalani. Dikutip dari situs web Dicoding.com, Rabu (20 November 2019), berikut ini adalah perilaku-perilku yang perlu dihindari seorang programmer:
Keseimbangan hidup yang buruk
Pekerjaan seorang programmer memang tidak bisa dilepaskan dari komputer. Terlalu lama melihat layar komputer bisa menyebabkan pusing dan duduk terlalu lama membuat sirkulasi darah kurang lancar.
Tidak hanya itu, pola tidur pun suka sembarangan. Hal-hal yang seperti ini lebih baik ditinggalkan karena secara tidak langsung kamu sama saja tidak menghargai kesehatan diri sendiri.
Malas belajar hal baru
Ada banyak hal yang perlu dipelajari di dunia teknologi informasi. Teknologi akan terus berkembang dan developer harus siap untuk terus meng-update bahasa pemrogramannya dan wawasan tools baru untuk membuat suatu program.
Melihat banyak yang perlu dipelajari, biasanya programmer pemula sudah minder duluan dan jadi malas belajar. Perlu diingat, bahkan seorang developer profesional tidak pernah berhenti belajar. Programmer ada untuk menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau malas belajar hal baru, bagaimana mendapatkan ilmu?
Merasa bisa sendiri
Ini dilema dan arogansi seorang programmer. Terkadang bisa ngoding membuat seorang programmer menjadi angkuh dan merasa bisa mencari jawabannya sendiri. Bahkan, saran dari orang lain diremehkan.
Menerima kritik itu diperlukan untuk mengembangkan diri sendiri. Tidak cuma mengenai dunia programmer, tapi kritik tentang kepribadian juga harus diterima. Jika kritiknya membangun dan menambah ilmu, wajib kamu ambil.
Gampang menyerah
Yang namanya baru belajar ngoding, pasti banyak bahasa pemprograman yang kamu tidak mengerti. Apalagi harus mempelajari sintaks, basis data, version control dan lain-lain.
Ingatlah bahwa seorang developer profesional pun dulu juga pernah noob (belum berpengalaman) dan tidak tahu apa-apa soal coding. Semua ada awalnya. Kalau kamu bertahan dan terus berusaha, kamu akan dapat memetik hasilnya.
Copy-paste total
“Ini caranya ngodingnya gimana ya? Search google ah”. Buka StackOverflow terus copas (copy-paste) ke project. Tiba-tiba program kamu bisa jalan tanpa tahu kenapa dan apa proses yang ada di dalamnya. Dengan cara pemecahan masalah seperti itu, kamu tidak akan belajar apa-apa dari coding yang kamu temukan. Kebetulan saja kode yang kamu ambil bisa bekerja. Belum tentu jika muncul kembali masalah yang sama, kode yang barusan di copas bisa digunakan.
Ngoding acak-acakan
Penulisan kode program suatu bahasa pemrograman memiliki aturan seperti huruf besar-kecil kapan harus pindah baris, penamaan suatu objek atau kelas dan lain-lain. Terkadang programmer pemula tidak memperhatikan detail ini dan menulis kode asal-asalan.
Alhasil, setelah sekian lama ingin melakukan perubahan atau maintenance, si programmer bisa lupa bagaimana kerja program yang dia buat. Atau, jika bertanya ke programmer lain, yang ada malah membuat bingung orang yang ditanya.
Procrastinate
Meremehkan proyek dan menunda-nunda belajar coding adalah kebiasaan yang sangat buruk. Ada kalanya ketika dapat suatu proyek dengan jangka waktu yang panjang, seorang programmer suka nanti-nanti dalam mengerjakan proyek. Imbasnya, ketika mendekati deadline, terpaksa lembur dan bila ada bug dicari solusi yang cepat, tapi tidak efektif. Jadi, hasil kerjaan tidak maksimal.
Merasa bisa multitasking
Multitasking adalah kebiasaan yang berbahaya dan dapat mengancam karier sebagai programmer karena bikin enggak fokus dalam bekerja. Pekerjaan programmer membutuhkan tingkat fokus yang tinggi. Jadi, sebaiknya jika memiliki pekerjaan banyak, dipecah menjadi bagian-bagian kecil kemudian difokuskan pada urutan mana yang harus dikerjakan dahulu dan mana yang belakangan.
Nah, kira-kira kamu seperti itu, tidak?
Share: