
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Gloria Elisa Fuentes mengaku terkejut ketika dirinya menerima sebuah foto intim dirinya.
Yang semakin membuat dirinya heran adalah perempuan asal California, Amerika Serikat itu, menerima kiriman foto sumbernya dari ponselnya.
Cerita bermula dari dirinya yang membawa ponselnya ke toko Apple di Valley Plaza Apple, Bakersfield, California, pada 5 November lalu. Ia memperbaiki layar iPhonenya yang rusak.
Sebelum menyerahkan ponselnya kepada teknisi toko—kebetulan pria—, Fuentes telah menghapus terlebih dulu aplikasi media sosial dan informasi keuangan dari perangkat.
Namun, ia lupa menghapus semua foto dari teleponnya karena buru-buru. "Jadi saya masuk, saya memberikan telepon saya kepada teknisi yang memperbaiki telepon saya,” kata Fuentes.
Ia tak memikirkan hal lain. Namun, teknisi itu meminta kode akses ke Fuentes sebanyak dua kali, sebelum akhirnya menyerahkan teleponnya kembali, padahal belum diperbaiki. Selanjutnya, teknisi itu menyarankan bahwa persoalan itu hanya bisa diperbaiki dari perusahaan teleponnya.
Saat ia menuju ke rumahnya, ia menghidupkan teleponnya untuk mengirim SMS kepada seseorang, tiba-tiba ada pesan ke nomor yang belum disimpan.
“Saya membukanya dan langsung ingin menangis!!! Orang itu masuk ke galeri saya dan mengirim sendiri salah satu foto PRIBADI SAYA yang saya ambil untuk pacar saya. Dan, foto itu tertera geolokasi sehingga dia juga tahu di mana saya tinggal!!!,” curhat Fuentes di laman Facebooknya.
Fuentes mengungkapkan foto yang diambil tersebut merupakan foto pemotretan intim yang diambil setahun sebelumnya dan merupakan salah satu dari sekitar 5.000 foto di ponsel Fuentes.
Merasa sangat kesal dengan penemuannya, Fuentes kembali ke toko Apple untuk berbicara dengan pria itu. Pria tersebut mengakui bahwa yang mengirim foto tersebut adalah nomornya. Akan tetapi, ia menyangkal bahwa dirinya yang mengirimkan foto intim itu.
"Saya kembali ke toko dan berhadapan dengannya dan dia mengakui kepada saya bahwa ini adalah nomornya, tetapi dia tidak tahu bagaimana cara mengirim foto itu!! Manajernya pun hanya mengatakan dia akan memeriksanya," kata Fuentes.
Tidak mengetahui sepenuhnya atau konsekuensi dari insiden tersebut dan hal itu menjadi perhatian besar bagi Fuentes.
"Ini membuat saya menangis memikirkannya, tetapi saya pikir dia perlu dimintai pertanggungjawaban [...] siapa pun harus menyadari fakta bahwa ada kemungkinan dia melakukan ini pada mereka juga!!"
Karena ia mengkhawatirkan jika hal itu terjadi pada gadis remaja atau perempuan lainnya.
Dalam sebuah pernyataan melalui email, Apple mengatakan kepada The Washington Post, bahwa pihaknya berterima kasih kepada pelanggan karena telah membawa situasi yang sangat memprihatinkan ini menjadi perhatian dari Apple.
Apple segera menurunkan penyelidikan internal dan menyatakan, bahwa karyawan bertindak jauh di luar pedoman privasi ketat yang di pegang semua karyawan Apple. “Karyawan yang bersangkutan sudah tidak menjadi karyawan di Apple,” tutur Apple.
Dalam catatan Mashable, kejadian yang dialami Fuentes tidaklah sekali saja. Kejdaian serupa juga dilakukan oleh karyawan di toko Verizon di Park City, Utah, AS.
Ia ditangkap karena melakukan kejahatan siber dengan mengirim pesan sejumlah foto telanjang dari galeri foto pelanggan. Korban ke toko Verizon karena mengganti iPhone 5-nya dengan iPhone 8, tulis ABC4.
Lalu, pada 2016 di Brisbane, Australia, sejumlah karyawan toko Apple juga dipecat menyusul tudingan mereka telah mengambil foto secara tersembunyi para staf perempuannya dan mencurit foto-foto dari pelanggannya. Saat itu, Apple mengatakan, telah memecat para karyawannya itu.
Redaktur: Andi Nugroho
Share: