IND | ENG
CAPIT dan Mobile Apps Lite, Strategi Blibli di Harbolnas

CMO Blibli.com Andy Andrian dan Project Lead Blibli.com Geoffrey L Dermawan berfoto usai "Press Conference Histeria Syok" di Jakarta, Kamis (7 November 2019). | Foto: Cyberthreat.id / Faisal Hafis

CAPIT dan Mobile Apps Lite, Strategi Blibli di Harbolnas
Faisal Hafis Diposting : Kamis, 07 November 2019 - 23:27 WIB

Cyberthreat.id - Blibli memeriahkan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2019 dengan meluncurkan program Historia Syok. Konsepnya, para pelanggan akan mendapat “Harga syok” sebesar 90 persen dengan mengedepankan strategi gamification untuk menggaet pelanggan.

Gamification adalah penggunaan elemen-elemen permainan yang kini sedang tren. Di dalamnya ada interaksi dengan pelanggan di industri e-commerce yang menghadirkan games, didukung alur cerita, tantangan, dan hadiah untuk mendorong pelanggan berinteraksi dengan platform penjualan online lebih intensif.

"Kami memanfaatkan trend (gamification) ini dengan meluncurkan mini games di aplikasi Blibli.com," kata Project Lead Histeria Syok 2019 Geoffrey Dermawan di Jakarta, Kamis (7 November 2019).

Geoffrey mencontohkan salah satu gamification CAPIT (Cara Belanja Paling Irit) yang menjadi permainan utama selama Harbolnas. Hingga kini, sejak peluncurannya pada 1 Oktober 2019, CAPIT sudah dimainkan setidaknya 470 ribu kali oleh para pelanggan.

CAPIT memberi kesempatan kepada para pelanggan untuk menebus produk dengan diskon hingga 90 persen, bahkan cashback hingga 100 persen. Syarat untuk memainkan permainan ini adalah pelanggan diharuskan mengumpulkan lima token histeria, dimana setiap token didapatkan dengan berbelanja minimal Rp100 ribu.

Banyaknya program belanja yang digelar ikut mendorong trafik ke Blibli.com. Saat gelaran Histeria Syok 10.10, trafik maksimal bertahan selama 11 jam, dimulai dari pukul 05.00 WIB hingga 16.00 WIB. Berbeda dengan periode sebelumnya yang hanya bertahan selama dua jam.

"Untuk menunjang game CAPIT kami juga menguatkan mobile apps lite," ujar Geoffrey.

Mobile apps lite, kata dia, adalah suatu cara untuk meningkatkan dan mempercepat proses loading laman website. Dengan penguatan performa mobile apps lite untuk membuka laman, akses terhadap website blibli meningkat sebanyak 70 persen.

"Kita berbicara di Indonesia ini tidak semuanya memiliki handphone yang canggih. Jadi dengan adanya mobile apps lite ini, jika di compare efisiensi loadingnya itu lebih cepat dan meningkat sebanyak 70 persen," kata dia.

"Istilah kasarnya, jika kita di daerah (pelosok/desa) membutuhkan waktu 7 detik untuk load laman website (blibli.com) dengan handphone jadulnya, tetapi dengan adanya mobile apps lite ini kurang dari 3 detik sudah bisa membuka laman website kami.”

CMO Blibli.com Andy Adrian menyebut tren great shopping experience on mobile awalnya datang dari para customer. Tren itu, kata dia, membuat para pelaku industri e-commerce berlomba-lomba untuk mendapatkan pengalaman belanja dengan baik.

"76 persen pengguna melakukan transaksi berbelanja online itu menggunakan handphone atau tablet ketimbang menggunakan PC. Karena mobile itu selalu melekat dengan kita. Itu yang membuat kita sebagai e-commerce untuk mendekatkan dan membuat lebih mudah agar para pelanggan belanja di platform kita," kata Andy.

#Harbolnas   #11.11   #Blibli   #capit   #mobileappslite   #transaksielektronik   #ekonomidigital

Share:




BACA JUGA
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Wujudkan Visi Indonesia Digital 2045, Pemerintah Dorong Riset Ekonomi Digital
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Pelindungan Konsumen Perkuat Kepercayaan pada Keuangan Digital
Wamenkominfo Nezar Patria Dorong Startup Kembangkan Alternatif Pendanaan