
CMO Blibli.com Andy Andrian dan Project Lead Blibli.com Geoffrey L Dermawan berfoto usai "Press Conference Histeria Syok" di Jakarta, Kamis (7 November 2019). | Foto: Cyberthreat.id / Faisal Hafis
CMO Blibli.com Andy Andrian dan Project Lead Blibli.com Geoffrey L Dermawan berfoto usai "Press Conference Histeria Syok" di Jakarta, Kamis (7 November 2019). | Foto: Cyberthreat.id / Faisal Hafis
Cyberthreat.id - Chief Marketing Officer (CMO) Blibli.com, Andy Andrian mengatakan cashless payment (pembayaran non-tunai) sudah menjadi trending di Indonesia sejak dua tahun terakhir.
Saat ini, kata dia, orang-orang sudah jarang membawa uang untuk melakukan transaksi tunai karena tren pembayaran menggunakan fasilitas elektronik, e-money dan e-wallet sudah jauh lebih baik, aman dan nyaman.
"86 persen orang Indonesia yang sudah menggunakan internet itu biasanya saat berbelanja online, melakukan pembayarannya itu sudah tidak menggunakan uang cash alias cashless. Karena, penggunaan e-wallet atau elektronik payment ini sudah aman dan nyaman," kata Andy kepada Cyberthreat.id di Jakarta, Kamis (7 November 2019).
Masyarakat yang selalu menggunakan e-payment atau e-wallet, secara otomatis sudah mempunyai deposit dalam platform yang digunakan. Kondisi itu mengurangi ketergantungan terhadap uang cash, sehingga resiko untuk kehilangan uang minim dan jauh lebih aman.
Dari segi kenyamanan dan keamanan, menurut Andy pengguna e-payment lebih bisa menikmati keuntungan karena sudah terkoneksi secara sistem pembayaran yang dapat dilakukan dengan online.
Masyarakat, kata dia, dapat dengan mudah bertransaksi menggunakan e-payment kapanpun, dimana pun dan barang apapun, serta tidak memakan waktu lama.
"Sejauh ini pembayaran menggunakan e-payment memang sudah lancar. Maka dari itu, kami memberikan segala macam pelayanan dengan berbagai macam pembayaran e-payment. Tinggal dipilih saja customer menggunakan (e-payment) di platform yang mana," ujar dia.
Potensi Kejahatan
Di balik segala kemudahan dan keamanan sistem pembayaran elektronik, tentu tersimpan potensi risiko yang besar. Adanya ancaman dari para penjahat siber seperti phising, data breach dan lainnya membuat para pelaku dituntut untuk meningkatkan cybersecurity awareness terhadap segala aktivitas di platform apapun.
Andy menyebutkan, pembayaran e-payment dengan cara QR code, scanning, one time password (OTP) ataupun PIN (Personal Identification Number) dirasa sudah aman untuk digunakan. Ia mencontohkan, pengamanan berlapis baik dari sisi platform e-payment tersebut hingga dari segi sistem itu penting mengingat tingginya ancaman siber.
"Kami punya safety payment. Misalnya credit card kami sudah memiliki pengamanan berlapis, baik itu dari sisi credit card-nya seperti, VBV (verified by visa), MasterCard secure code dan Credit Card Fraud Detection System, itu merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah hacker.”
"Dari kami (Blibli), sudah ada pengamanan dari segi sistem untuk bisa mem-protect customer kami yang memiliki berbagai macam data keuangan, data pribadi dan berbagai macam lainnya."
Share: