
Polisi Australia Barat memakai rompi yang telah dilengkapi sebuah kamera di dada. | Foto: WA Police
Polisi Australia Barat memakai rompi yang telah dilengkapi sebuah kamera di dada. | Foto: WA Police
Cyberthreat.id – Bahagianya polisi-polisi di Australia Barat. Pasalnya, mereka yang khusus bertugas di garis depan yang berhubungan dengan masyarakat dibekali ponsel pintar iPhone 11.
Ini bukan sekadar ponsel untuk gaya-gayaan, tapi iPhone 11—generasi iPhone terbaru—telah dilengkapi aplikasi khusus untuk pemeriksaan identitas warga.
Untuk mengadakan iPhone tersebut, pemerintah Australia Barat mempercayakan kepada Telstra Corporation Ltd, perusahaan telekomunikasi dan media elektronik asal Melbourne, Australia.
Kontrak Telstra senilai AU$ 8 juta atau sekitar Rp 773,93 miliar. Sejauh ini baru 60 petugas telah memiliki iPhone 11 dan dengan 3.000 lain segera menyusul pada Natal, Desember mendatang.
“Ponsel-ponsel tersebut dilengkapi dengan fungsi-fungsi yang penting,” kata Menteri Kepolisian dan Keselamatan Jalan Michelle Roberts seperti dikutip dari ZDNet, Kamis (7 November 2019).
Dia mengatakan setiap petugas akan secara efektif memiliki sumber daya komputer di ujung jari mereka. Aplikasi yang telah dibuat khusus akan memungkinkan petugas melakukan pemeriksaan identitas, mencari di basis data (database) polisi, memotret bukti, dan melaporkan kejahatan.
Perangkat juga dilengkapi dengan fungsi alarm yang menyampaikan kabar peringatan ke Pusat Komando Operasi Negara dan mendeteksi lokasi petugas.
Roberts mengatakan, aplikasi saat ini masih terus dalam tahap pengembangan. Petugas nantinya bisa melakukan tilang, selanjutnya menulis dan memposting pelanggaran lalu lintas pada perangkat.
"Pemerintah memberikan inisiatif digital ini untuk memodernisasi kemampuan garis depan kami dan menyiagakan pasukan polisi kontemporer," tutur Roberts.
"Perangkat ini akan memastikan petugas kami memiliki akses cepat ke informasi dan intelijen di lapangan, dan mendukung mereka untuk melakukan pekerjaan mereka dengan lebih efektif."
Kebijakan digital tersebut bagian dari investasi AU$ 90 juta atau sekitar Rp 868,9 miliar yang dikeluarkan pemerintah Australia Barat tahun anggaran 2019-2020 dalam rangka transformasi digital di tubuh kepolisian.
Kebijakan itu mencakup mobilitas digital, kamera pada tubuh petugas, teknologi pengenalan pelat nomor otomatis, dan infrastruktur digital di kantor polisi.
Kepolisian telah meluncurkan kamera yang dipakai pada tubuh petugas guna mendapatkan bukti di lapangan dan keamanan.
Kepolisian Australia Barat bulan lalu mengumumkan telah meneken kontrak dengan NEC Australia untuk meningkatkan jaringan area lokal dan telepon protokol internet (IP) di setiap situs web.
Dengan nilai kontrak AU$ 39 juta atau sekitar Rp 377 miliar, lebih dari 200 situs web kepolisian di wilayah Australia Barat dioperasikan dengan bandwidth tinggi, konektivitas jaringan kuat, dan telepon IP canggih.
Kepolisian baru-baru ini juga bermitra dengan Microsoft untuk uji coba menggunakan platform percontohan berbasis cloud. Ini bertujuan untuk memudahkan petugas melacak jejak digital para penjahat.
Platform berbasis cloud menganalisis sejumlah besar informasi digital, dan kemudian menerapkan teknik kecerdasan buatan (AI) untuk memahami informasi yang dikumpulkan selama investigasi, seperti memunculkan informasi atau pola penting.
Menurut Kepolisian Australia Barat, lebih dari 2,8 TB data dianalisis dalam setiap kasus yang melibatkan bukti digital. Inilah salah satu kendala yang bisa menghambat dalam menyelesaikan kejahatan.
Share: