
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, menyebut stabilitas keamanan dan politik menjadi kunci perkembangan ekonomi digital. Potensi ekonomi digital Indonesia luar biasa besar dengan kemajuan paling pesat di Asia Tenggara.
Tahun ini nilai ekonomi digital Indonesia sudah mencapai Rp569 triliun (40 miliar USD) menurut Laporan E-Conomy South East Asia (SEA) 2019. Tahun 2025 jumlahnya diperkirakan akan mencapai 130 miliar USD (Rp 1.967 triliun).
"Ekonomi digital hanya akan berjalan dengan stabilitas politik yang bagus. Ini adalah layer pertama," kata Johnny di Jakarta, Kamis (24 Oktober 2019).
Setelah layer pertama selesai, Johny mengatakan masih ada tiga layer yang harus berjalan beriringan. Ketiganya adalah membereskan kejahatan siber (cybercrime) yang sangat terkait dengan keamanan siber (cybersecurity). Hal ini, kata dia, sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo.
Kedua, soal kedaulatan data yang dianggap sebagai komoditi baru setelah era minyak bumi. Ketiga, ekonomi digital harus ditopang industri ICT yang bagus. Saat ini industri ICT Indonesia impor dengan jumlah miliaran USD.
"Nah, kalau dilihat lagi dalam hal menciptakan stabilitas politik dan keamanan tadi, maka cybercrime dan cybersecurity harus menjadi perhatian utama," tegas Johnny.
Startupranking.com menyebut Indonesia di urutan keenam dunia dengan jumlah 1.902 startup, setelah AS, India, Inggris, Kanada, dan Jerman. Indonesia memiliki empat Unicorn yakni Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan OVO serta satu Decacorn GoJek. Ini artinya Indonesia memiliki kekayaan data luar biasa di tengah perkembangan ekonomi digital.
Sebelumnya, saat serah terima jabatan Menteri Kominfo, Johnny G Plate mengatakan bakal melanjutkan program yang sudah dikerjakan menteri sebelumnya Rudiantara. Kata kunci yang ditekankan Johny adalah akselerasi sehingga saat bertugas nanti ia perlu melakukan penyesuaian.
"Pak Rudi sudah menyampaikan bahwa kita punya infrastruktur informatika platform, baik yang hits platform, hits broadband melalui serat optik yang begitu besar dibangun maupun mobile broadband yang sudah disediakan," ujarnya.
Ketua Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menilai Johnny G Plate harus mampu melanjutkan kesuksesan pertumbuhan bisnis digital di Internet sebagaimana yang dilakukan menteri sebelumnya Rudiantara.
Tahun 2015 nilai ekonomi digital Indonesia baru di angka 8 miliar USD (Rp 112 triliun). Akselerasi yang dilakukan Rudiantara meningkatkan potensi ekonomi digital mencapai 300 persen di tahun 2019.
"Maka para menteri baru harus mampu merangkul pemain di industri digital ini," kata Ignatius.
Share: