IND | ENG
CyberSecurity Malaysia: Keamanan Siber Kunci Ekonomi Digital

Datok Amiruddin Bin Abdul Wahab saat berbincang dengan Cyberthreat.id di sela Asean CISO Forum di Auditorium BPPT, Jakarta, Kamis (19 September 2019) | Foto: Oktarina Paramitha Sandy

CyberSecurity Malaysia: Keamanan Siber Kunci Ekonomi Digital
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Senin, 14 Oktober 2019 - 10:41 WIB

Kuala Lumpur, Cyberthreat.id – Direktur Eksekutif Jenderal CyberSecurity Malaysia, Datuk Dr Amirudin Abd Wahab mengatakan keamanan siber menjadi hal yang sangat penting ketika perekonomian suatu negara sudah bergerak menjadi ekonomi digital.

Menurtu Wahab, kepercayaan dan kenyamanan adalah dua elemen kunci yang akan menjamin penerimaan konsumen terhadap suatu teknologi, contohnya berbagai produk ekonomi digital.

“Sehingga sangat penting untuk menyusun kerangka kerja untuk perizinan bank-bank digital yang akan diterbitkan oleh Bank Negara Malaysia pada akhir tahun ini,” kata dia seperti dikutip dari Malay Mail, Minggu (13 Oktober 2019).

Karena ketika semua saling berhubungan, “Individu, pemerintah, dan perusahaan juga akan terkena ancaman serangan siber," kata dia.

Menurtu dia, keamanan siber adalah sesuatu yang dibutuhkan baik oleh industri maupun pengguna individu. Bahkan, pihaknya di CyberSecurity mengembangkan Inisiatif Etika Cyber Nasional bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Multimedia untuk menanamkan nilai-nilai luhur, perilaku yang baik, disiplin diri, dan rasa tanggung jawab di antara pengguna teknologi digital.

Konsep tanggung jawab sosial digital (Digital Social Responsibility), menurut dia, sejalan dengan upaya mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.

Redaktur: Andi Nugroho

#ekonomidigital   #iot   #industriinternet   #internet   #ancamansiber   #keamanansiber   #cybersecurity

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Wujudkan Visi Indonesia Digital 2045, Pemerintah Dorong Riset Ekonomi Digital
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif