
Ilustrasi FB, WA, IG
Ilustrasi FB, WA, IG
Cyberthreat.id - Survei terhadap 4.272 responden yang digelar di Amerika Serikat (AS) bulan Juni lalu tentang Cybersecurity Awareness menyatakan mayoritas responden berjuang keras untuk memahami konsep privasi digital seperti keamanan dan perlindungan data.
Kebanyakan responden gagal ketika diberi pertanyaan soal identifikasi konsep dan alat keamanan inti seperti hal-hal yang membantu mereka tetap aman saat online.
Studi berlabel Pew Research Center ini menemukan sebagian besar orang AS tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang isu cybersecurity terutama untuk melindungi data dan privasi yang bisa dicuri tanpa sepengetahuan pemilik/pengguna. Apalagi jika ceroboh.
Sebanyak 49 persen tidak tahu bagaimana menyembunyikan data dan informasi sensitif dalam sebuah komputer yang digunakan bersama-sama. Simpelnya, konsep sederhana tentang keamanan pribadi saja belum paham.
"Survei ini terdiri dari 10 pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan orang-orang di AS tentang berbagai topik digital, seperti keamanan dunia maya atau sisi bisnis perusahaan media sosial," tulis Emily Vogels dan Monica Anderson, penulis laporan ini dilansir Threat Post, Jumat (11 Oktober 2019).
Hanya 2 persen responden yang menjawab 10 pertanyaan dengan benar, dan seperlima (20 persen) yang menjawab tujuh atau lebih pertanyaan dengan benar. Jumlah rata-rata jawaban yang benar adalah empat dari 10 pertanyaan.
Bagaimana dengan pertanyaan soal phising?
Sebanyak 67 persen responden menjawab dengan benar bahwa penipuan melalui phishing dapat muncul di email, website, media sosial dan SMS.
Cookie juga diidentifikasi dengan benar oleh responden, dimana 63 persen memahami dengan benar bahwa Cookies digunakan oleh website untuk melacak kunjungan pengguna dan mengumpulkan data rekam jejak. Banyak juga yang belum paham konsep Net Neutrality (45 persen) dan website policies privacy (48 persen).
Facebook, WhatsApp dan Instagram
"Bahkan pengetahuan orang Amerika tentang sisi bisnis perusahaan media sosial juga relatif rendah," tulis Vogels dan Anderson.
"Hanya 29 persen responden yang tahu bahwa WhatsApp (WA) dan Instagram (IG) dimiliki oleh Facebook. Bahkan 70 persen pengambil survei mengatakan mereka tidak yakin siapa CEO Twitter Jack Dorsey ketika ditunjukkan fotonya."
Bagaimana korelasi pendidikan tinggi dengan pengetahuan cybersecurity?
Lulusan perguruan tinggi menjawab enam dari 10 pertanyaan dengan benar, dibandingkan dengan empat pertanyaan yang dijawab dengan benar oleh mereka yang pernah kuliah tetapi tidak memperoleh gelar.
"Ada kesenjangan antara mereka yang memiliki gelar sarjana atau sekolah lanjutan dengan mereka yang memiliki pendidikan sekolah menengah atau dibawahnya," tulis para peneliti.
Usia juga berperan dalam kesadaran cybersecurity. Penelitian Pew Research Center menemukan bahwa anak-anak berusia 18 hingga 29 tahun menjawab dengan benar lima dari 10 pertanyaan, dibandingkan dengan mereka yang berusia 65 tahun ke atas hanya menjawab tiga pertanyaan dengan benar.
Share: