IND | ENG
Teroris Punya Buzzer? Ini Kata Pakar

Ilustrasi : Faisal Hafis

Teroris Punya Buzzer? Ini Kata Pakar
Arif Rahman Diposting : Sabtu, 12 Oktober 2019 - 23:09 WIB

Cyberthreat.id - Pakar terorisme Ridlwan Habib menilai kelompok terorisme juga punya Buzzer atau pasukan media sosial yang bertujuan mengaburkan data dan fakta.

Teroris, kata dia, punya karakter memicu konflik karena ideologi kekerasan dan perpecahan tumbuh subur di wilayah konflik dan perang.

"Nah, konten video, narasi dan meme yang memicu konflik diviralkan, diramaikan oleh akun-akun anonim yang bertujuan memecah belah dan bikin konflik," kata Ridlwan kepada Cyberthreat.id, Sabtu (12 Oktober 2019).

Dia mencontohkan karakter kelompok teroris tumbuh subur di wilayah perang seperti Irak, Suriah hingga Marawi (Filipina). Di Suriah, kata dia, konflik dimulai ketika dua kelompok mayoritas Sunni vs Syiah membesar. Konflik diperbesar oleh Arab Spring yang dikompori akun-akun di media sosial.

Di Indonesia, dalam konteks pasca Pilpres 2019, Ridlwan mengatakan konflik sudah selesai di kalangan elit saat Joko Widodo selfie dengan Prabowo Subianto.

Akan tetapi, konflik masih tersisa di grassroots atau lapisan bawah.

"Di grup-grup WhatsApp belum ada ketenangan. Masih menyisakan konflik antara kedua pendukung Pak Jokowi maupun Pak Prabowo. Dalam kondisi seperti itulah muncul benih terorisme yang sifatnya memicu konflik."

Ridlwan menuturkan, dalam kasus penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto, akun-akun anonim Buzzer kelompok teroris terbukti ikut-ikutan mengaburkan fakta dan data.

Setelah kejadian penusukan, akun anonim, akun siluman berupaya membanjiri informasi kasus Wiranto yang di setting. Kemudian disebar propaganda bahwa itu rekayasa.

Lalu Muncul video Wiranto sudah pakai perban dan masih banyak lagi konten yang disebar dengan tujuan memicu konflik yang bentuknya adalah gelombang informasi. Sampai Kementerian Kominfo mengedarkan pemberitahuan agar masyarakat jangan sebarkan hoaks soal Wiranto.

"Karena prinsipnya teroris itu, kalau Indonesia damai, Netizen akur, maka ideolgi terorisme tidak bisa bertumbuh. Artinya, teroris ini butuh Indonesia yang ribut terus-menerus."

#Hoaks   #terorisme   #mediasosial   #provokasi   #disinformasi   #cyberthreat   #Buzzer

Share:




BACA JUGA
Kebisingan Ruang Digital, 92% Ulah Buzzer
Jaga Kondusifitas, Menko Polhukam Imbau Media Cegah Sebar Hoaks
Menteri Budi Arie Apresiasi Kolaborasi Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan
Butuh Informasi Pemilu? Menteri Budi Arie: Buka pemiludamaipedia!
Agar Tak Jadi Korban Hoaks, Menkominfo: Gampang, Ingat BAS!