
Ilustrasi
Ilustrasi
Jakarta, Cyberthreat.id - Pakar cyber Vaksincom, Alfons Tanujaya, menilai Pemprov DKI ketinggalan jika masih berpikir membeli antivirus sebagai landasan dalam menerapkan security. Menurut dia, tren perkembangan global ke depan adalah potensi ancaman serangan siber seperti Ransomware, Malware, DDoS, SQL Injection dan sejenisnya.
"Silakan Pemprov DKI keluar Rp 1 miliar sampai Rp 10 miliar untuk beli Antivirus apapun, tapi itu enggak akan menjamin terlindungi dari Ransomware. Serangan siber seperti Ransomware kalau masuk ya masuk aja," kata Alfons kepada Cyberthreat.id, Jumat (4 Oktober 2019).
Perlu effort khusus dan langkah strategis bagi Pemprov DKI dalam melihat potensi serangan siber. Pemprov, kata dia, harus mengerti dan memahami Ransomware itu apa dan cara bekerjanya bagaimana.
Termasuk cara mencegah Ransomware sampai mempersiapkan SDM seperti apa ke depan. Alfons khawatir, jika suatu saat Pemerintah terkena serangan Ransomware, maka banyak orang kaget karena mengatasi masalah serangan siber perlu adanya treatment khusus, tools khusus dan settingan khusus.
"Faktanya seluruh virus di dunia tidak ada yang aman dari Ransomware. Mestinya Pemprov punya Anti-ransomware. Itu yang pemprov DKI enggak ngerti. Yang penting kan ada duit lalu dibelanjakan habis."
Sebagai informasi, Juli lalu 225 Walikota petahana di Amerika Serikat (AS) membentuk koalisi menandatangani resolusi yang berjanji untuk berhenti membayar uang tebusan kepada hacker yang melakukan serangan Ransomware.
Aktivitas para hacker jahat telah sampai kepada level membahayakan infrastruktur digital di seluruh kota-kota di AS. Ransomware menjadi dikenal dunia internasional saat menginfeksi ratusan juta komputer pada Mei 2017.
Di AS, komputer yang beroperasi di kantor pemerintahan kota dikunci lalu file penggunanya disandera untuk mendapatkan tebusan. Ransomware di AS pernah melumpuhkan beberapa institusi seperti rumah sakit, kantor pemerintah hingga perusahaan multinasional.
"Nanti kita malah kaget karena pola pikirnya seperti ini. Kan sudah pakai Antivirus, tapi kok masih kena (Ransomware) juga," ujar Alfons.
Share: