IND | ENG
Serangan Siber ke Layanan Publik di Inggris 800 Kali Per Jam

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Serangan Siber ke Layanan Publik di Inggris 800 Kali Per Jam
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Jumat, 04 Oktober 2019 - 07:58 WIB

Cyberthreat.id – Arthur J. Gallagher & Co, salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia, mengeluarkan data terkait dengan serangan siber di Inggris.

Disebutkan bahwa jumlah serangan siber mencapai lebih dari 263 juta kali sepanjang enam bulan terakhir. Bahkan, tiap jam pemerintah setempat mendapatkan serangan siber sebanyak 800 kali.

Perusahaan bisa mengakses data tersebut dari otoritas Inggris atas nama Undang-Undang Kebebasan Informasi (Freedom of Information (FoI) Act

Seperti dikutip dari Computer Weekly, Kamis (3 Oktober 2019), Gallagher mengajukan permintaan FoI kepada setiap otoritas di Inggris dan menemukan dari 203 responden, 76 di antaranya (37 persen) telah melaporkan bahwa institusinya mendapatkan serangan siber mulai Januari-Juni 2019. Diduga jumlah serangan terhadap organisasi sektor publik Inggris jauh lebih tinggi karena ada otoritas yang tidak merespons permintaan data dari Gallagher.

Sejak awal 2017, Gallagher menemukan 17 serangan yang mengakibatkan hilangnya data atau uang--kerugian biaya rata-rata sekitar £ 430.000. Perusahaan juga menemukan, hanya 13 persen dari otoritas Inggris memiliki asuransi siber.

Direktur Pelaksana Sektor Publik dan Pendidikan Gallagher, Tim Devine, mengatakan riset tersebut menggambarkan skala tantangan yang dihadapi otoritas lokal di Inggris, yaitu jumlah besar serangan siber setiap hari.

“Biaya dan kerusakan reputasi dapat menghancurkan bagi otoritas publik, banyak di antara mereka yang mengalami pembengkakan anggaran," ujar Tim Devine.

“Ancaman siber dan kebutuhan akan perlindungan harus menjadi prioritas utama dalam setiap agenda otoritas lokal,” ia menambahkan.

Ada kecenderungan organisasi publik dan pemerintah daerah menjadi target serangan karena sejumlah faktor, di antaranya kurangnya pengetahuan penggunanya, tim TI yang kurang perhatian karena ketiadaan anggaran, dan, tentu saja, nilai data yang dihimpun dari masyarakat itu sendiri.

Laporan Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris baru-baru ini mengungkapkan, universitas-universitas Inggris kehilangan hampir £ 150 juta dari serangan siber pada semester pertama 2018.

Sementara, pada Juli 2019, pemasok layanan keamanan perangkat MobileIron menemukan bahwa staf pemerintah telah kehilangan 508 perangkat seluler dan laptop antara Januari dan April 2019.

Data tersebut bisa didapatkan setelah MobileIron juga mengajukan permintaan FoI. Namun dari sembilan departemen yang diajukan, hanya delapan yang merespons. Hasil dari riset MobileIron menemukan, sekitar 10 persen dari perangkat tersebut pernah dipulihkan. Lalu, rata-rata organisasi menggunakan aplikasi berbasis cloud yang semakin banyak.

Redaktur: Andi Nugroho

#serangansiber   #ancamansiber   #cyberattacek   #malware   #ransomware   #gallagher   #asuransisiber   #inggris

Share:




BACA JUGA
Awas, Serangan Phishing Baru Kirimkan Keylogger yang Disamarkan sebagai Bank Payment Notice
Malware Manfaatkan Plugin WordPress Popup Builder untuk Menginfeksi 3.900+ Situs
CHAVECLOAK, Trojan Perbankan Terbaru
Phobos Ransomware Agresif Targetkan Infrastruktur Kritis AS
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata