
Trend Micro
Trend Micro
Jakarta, Cyberthreat.id - Perusahaan keamanan siber asal Jepang, Trend Micro Incorporated, menawarkan Solusi XDR yang merupakan kemampuan deteksi dan respons terintegrasi di seluruh email, jaringan, endpoints, server dan beban kerja cloud.
Solusi tunggal ini diklaim mampu mendeteksi serangan yang lebih kompleks dan tidak diketahui.
"Ancaman tidak ada henti-hentinya dan kesenjangan kemampuan hampir tidak dapat dipecahkan. Ini yang membuat kami berinovasi untuk menjadi terdepan di industri keamanan siber," kata Country Manager Trend Micro, Laksana Budiwiyono di Jakarta, Rabu (2 September 2019).
Penelitian ESG menunjukkan 55 persen organisasi menggunakan lebih dari 25 teknologi keamanan siber yang terpisah. Survei Media SC tahun 2018 menyatakan rata-rata tim Keamanan IT menerima lebih dari 10 ribu peringatan keamanan siber setiap harinya.
Verizon Data Breach Investigations Report 2018 menyatakan waktu rata-rata untuk mengidentifikasi serangan/pelanggaran meningkat menjadi 197 hari. Dan waktu untuk mengetahui terjadinya pelanggaran meningkat menjadi 69 hari.
"XDR Trend Micro menyediakan analisis ancaman penuh selama 24 jam, mendeteksi ancaman, rencana respons hingga rekomendasi perbaikan."
Keamanan bisnis, kata Laksana, tidak dapat bergantung pada endpoint saja. Solusi XDR menemukan lebih banyak sumber untuk pendeteksian terlengkap yang dapat dihasilkan sedini mungkin.
Soluwi XDR juga menghubungkan pendeteksian, telemetri, data proses, dan metadata jaringan di seluruh email, jaringan, endpoints dan beban kerja cloud. Solusi ini juga meminimalkan pekerjaan manual dan dengan cepat menghubungkan peristiwa yang tidak dapat diproses manusia.
"Dalam solusi XDR Trend Micro, "X" mengacu pada set data yang paling luas dari titik perlindungan yang lebih dan sangat penting untuk menemukan ancaman tersembunyi," ujarnya.
XDR juga menawarkan kolaborasi dari berbagai teknologi keamanan, dan penggunaan besar data yang berasal dari sumber eksternal dan internal. Tujuannya untuk memahami gambaran besar ancaman mana yang benar-benar menjadi masalah bagi organisasi.
"Deteksi yang dihasilkan lebih akurat, lebih cepat dan memberikan konteks yang lebih baik daripada sebelumnya."
Share: