IND | ENG
Ini Alasan Bank Sentral China Bikin Cryptocurrency Sendiri

Ilustrasi Bitcoin | Foto: freepik.com

Ini Alasan Bank Sentral China Bikin Cryptocurrency Sendiri
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Rabu, 02 Oktober 2019 - 09:02 WIB

Beijing, Cyberthreat.id – People’s Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral China menyatakan tidak memiliki jadwal untuk peluncuran mata uang kripto (cryptocurrency) meski lembaga penelitiannya telah melakukan kajian sejak 2014.

Gubernur Bank Sentral China, Yi Gang, mengatakan, institusinya telah membuat kemajuan positif menyangkut cryptocurrency buatan sendiri. Ada rencana, kata dia, mata uang kripto tersebut dikolaborasikan dengan instrumen pembayaran elektronik.

"Tujuan hadirnya mata uang kripto ini menggantikan M0 yaitu uang tunai, tapi tidak menggantikan uang M1 atau M2 (semacam deposito dll),” kata Yi Gang seperti dikutip dari ZDNet.

Sebelumnya, Mu Changchun, Kepala Lembaga Penelitian Cryptocurrency PBOC, mengatakan pengembangan mata uang kripto itu akan membantu untuk melindungi kedaulatan devisa negara ketika aplikasi komersial mata uang tersebut diperluas.

"Mengapa bank sentral masih melakukan mata uang kripto seperti saat ini ketika metode pembayaran elektronik begitu dikembangkan?" kata Mu menurut transkrip pekan ini yang dipublikasikan secara online seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6 September 2019).

“Ini untuk melindungi kedaulatan moneter dan status mata uang legal kita. Kita perlu merencanakan ke depan untuk hari hujan," ia menambahkan.

Dia mengatakan akses masuk atau token mata uang kripto akan aman seperti catatan kertas yang dikeluarkan bank sentral dan dapat digunakan tanpa koneksi internet.

Tujuan pembuatan juga untuk memotong biaya sirkulasi uang kertas dan meningkatkan kontrol pembuat kebijakan terhadap pasokan uang.

Pada Juli lalu, Mu mengumumkan bahwa mata uang kripto hampir siap. Majalah keuangan Forbes, mengutip sumber anonimnya, mengatakan mata uang itu akan siap pada 11 November mendatang.

Mu mengatakan mata uang kripto China akan mencapai keseimbangan antara memungkinkan pembayaran anonim dan mencegah pencucian uang. Selain itu, juga akan memiliki beberapa kesamaan dengan Libra dalam desain, tetapi tidak menjiplak persis, kata Mu.

Mu mengatakan keuntungan mata uang kripto adalah bisa dipakai tanpa koneksi internet. Ini yang akan memungkinkan transaksi tetap berlangsung dalam situasi, misalnya, saluran komunikasi terputus, seperti gempa bumi.

Pembayaran WeChat Tencent dan Alipay Ant Financial, merupakan dua metode pembayaran seluler populer di Cina, tapi tidak akan terpengaruh oleh mata uang kripto karena pengenalan token kripto akan menggantikan uang tunai.

Pembayaran seluler sangat populer di Cina, tapi pemerintah telah memperketat pada mata uang kripto lain seperti Bitcoin. China melarang lembaga keuangan lokal menangani transaksi Bitcoin sejak akhir 2013. China juga telah mulai menekan perdagangan cryptocurrency sejak akhir 2017 dan menutup lebih dari 100 platform pertukaran cryptocurrency tahun lalu.
Redaktur: Andi Nugroho

#cryptojacking   #cryptocurrency   #matauangkripto   #banksentralchina   #china   #PeoplesBankofChina

Share:




BACA JUGA
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Malware Docker Terbaru, Mencuri CPU untuk Crypto & Mendorong Lalu Lintas Situs Web Palsu
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware
Indonesia - Tiongkok Perkuat Kerja Sama Sektor Digital