
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Direktur Operasi LinkAja Haryati Lawidjaja (tengah) usai penandatanganan kerja sama
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Direktur Operasi LinkAja Haryati Lawidjaja (tengah) usai penandatanganan kerja sama
Banyuwangi, Cyberthreat.id - LinkAja menandatangani kerja sama strategis dengan Pemkab Banyuwangi dalam menyebarluaskan program pemerintah yaitu gerakan nasional non tunai (GNNT). Penandatanganan kerja sama merupakan tindak lanjut dari penjajakan antara kedua pihak sejak Juli lalu.
"Kami harap kerja sama strategis ini dapat menjadi awal komitmen LinkAja dalam melakukan digitalisasi ke daerah-daerah," kata Direktur Operasi LinkAja, Haryati Lawidjaja dalam keterangan pers kepada Cyberthreat.id, Senin (30 September 2019).
Diantara poin kerja sama adalah pilot project pengembangan transaksi nontunai di lingkungan Pemda. Terutama di bidang elektronifikasi dan transaksi di lingkungan pemerintah.
Kemudian sosialisasi dan penerapan pembayaran nontunai di berbagai acara atau kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Banyuwangi. Transaksi elektronik, kata Haryati, akan meningkatkan akses, transparansi, dan kemudahan transaksi di wilayah tersebut.
"Seperti pembayaran pajak dan retribusi daerah, serta upaya mendorong kegiatan penggunaan uang elektronik di lingkungan Pemkab Banyuwangi," ujarnya.
Banyuwangi merupakan satu dari 10 besar kabupaten dengan indeks pariwisata tertinggi. Beberapa waktu lalu, kabupaten yang dipimpin Bupati Abdullah Azwar Anas ini keluar sebagai salah satu kabupaten terbaik dalam bidang inovasi.
LinkAja masuk dengan posisi tawar 32 juta pengguna di seluruh Indonesia.
Peneliti Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai cara promosi LinkAja berbeda dengan tiga raksasa uang elektronik lainnya yakni Gojek, OVO dan Dana.
Menurut dia, LinkAja cenderung melakukan 'jemput bola' ketimbang 'bakar duit' sebagaimana pemain uang elektronik yang padat modal. Salah satu bentuk kongkritnya adalah dengan mendatangi Kabupaten Banyuwangi serta sosialisasi langsung ke daerah-daerah.
"LinkAja ini masih kalah sama OVO atau Gopay. Mereka enggak berani promo besar-besaran sehingga market share-nya masih kecil. Mungkin karena BUMN, tapi kita lihat saja bagaimana usaha mereka ke depan," ujarnya.
Share: