
Layar televisi di atas toko olahraga Asics telah diretas dan menampilkan video pornografi selama sekitar dua jam pada Minggu (29 September 2019) pagi. | Foto: NZHerlad.com/Jason Oxenhom
Layar televisi di atas toko olahraga Asics telah diretas dan menampilkan video pornografi selama sekitar dua jam pada Minggu (29 September 2019) pagi. | Foto: NZHerlad.com/Jason Oxenhom
Melbourne, Cyberthreat.id – Sejumlah orang di Kota Auckland, Selandia Baru pada Minggu (29 September 2019) pagi dikejutkan dengan video pornografi yang tayang di layar reklame di toko olahraga Asics.
Video tersebut tayang selama beberapa jam di layar di atas pintu masuk toko Asics, tulis Reuters yang diakses Senin (30 September). Para pejalan kaki menyaksikan insiden tersebut yang memalukan dan tak pantas itu sejak pagi hingga kemudian baru dimatikan oleh toko pada pukul 10.00 waktu setempat.
“Toko kami di Shortland Street mengalami serangan dunia maya,” kata Asics kepada Reuters melalui email, Minggu. Toko pun meminta maaf atas kejadian tersebut.
Sementara itu The New Zealand Herald, surat kabar setempat, menuliskan kesaksian dari seorang petugas keamanan, Dwayne Hinagano.
Menurut Hinagano yang melihat video tersebut, pemutaran video seks kurang lebih selama dua jam dan membuat banyak orang syok saat berjalan di depan toko.
"Itu bukan sesuatu yang diharapkan siapa pun yang datang ke Queen St pada Minggu pagi," kata Hinagano.
"Video itu diputar untuk waktu yang lama, mungkin dua jam dari jam 8 pagi sampai staf toko tiba sekitar jam 10 pagi. Beberapa orang terkejut, tetapi yang lain hanya berhenti dan menonton."
Saksi lain, Lee (29) mengaku sedang dalam perjalanan untuk mencari sarapan bersama putranya yang berusia 7 tahun ketika dia mendongak dan melihat video itu.
"Aku harus melihatnya dua kali karena aku tidak percaya apa yang kulihat," kata Lee.
"Ini benar-benar tidak pantas dan menyinggung, bukan sesuatu yang Anda ingin anak-anak melihatnya dan juga memalukan bagi Auckland sebagai tujuan wisata."
Lee mengharapkan ada permintaan maaf dan penyelidikan dari Asics untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi.
Share: