IND | ENG
Vatikan Kumpulkan Perusahaan Teknologi Hingga Pakar Siber

Vatikan | Foto: rome.net/

Vatikan Kumpulkan Perusahaan Teknologi Hingga Pakar Siber
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 27 September 2019 - 21:04 WIB

Vatikan City, Cyberthreat.id – Para pelaku usaha teknologi internet di dunia berkumpul di Vatikan membahas tentang isu-isu terkini terkait teknologi informasi sejak Kamis-Sabtu (26-28 September 2019).

Pembahasan yang mengemuka adalah kecerdasan buatan, blockchain, dan algoritma. “Banyak orang yang bekerja di bidang AI (kecerdasan buatan) bertekad bahwa ini harus dikembangkan secara etis,” kata Uskup Paul Tighe, Sekretaris Dewan Budaya Vatikan.

Hasil konferensi yang baru pertama diadakan di Vatikan menyangkut isu teknologi informasi itu akan dijadikan bahan dokumen kepausan.

Hadir di antaranya petinggi perusahaan teknologi dari Silicon Valley AS, seperti Facebook, Mozilla, LinkedIn dan Western Digital, ahli etika Katolik, pemerintah, pemodal ventura, penerima Nobel, pengusaha internet, dan pakar siber.

“Industri teknologi ... memiliki kemewahan... bahwa produk apa pun yang diciptakan adalah kebaikan bersama. Pertahanannya adalah kebebasan atau ekspresi manusia yang diwujudkan dalam teknologi,” kata Mitchell Baker, Ketua Eksekutif Mozilla di Mountain View, California, seperti dikutip dari Reuters.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah maraknya spionase dunia maya, ujaran kebencian di media sosial, dan penyalahgunaan data pribadi.

Konferensi, yang sesi pembukaannya terbuka untuk media sebelum ditutup, adalah contoh terbaru dari Vatikan yang berusaha untuk tetap konsen terhadap masalah teknologi dan sosial untuk mempengaruhi penggerak masa depan, terlepas dari agama mereka.

Para pejabat Vatikan mengatakan hasil konferensi dapat menyediakan bahan bagi kemungkinan ensiklik kepausan, atau surat kepausan kepada anggota Gereja, tentang kecerdasan buatan. Ini seperti halnya pertemuan para ilmuwan yang membantu membentuk ensikliknya yang terkenal tahun 2015: “Laudato Si” tentang perlindungan lingkungan dan pemanasan global.

Gavin Corn, Direktur Tim Hukum Keamanan Dunia Maya di Facebook, mengatakan penting bagi perusahaan teknologi untuk membentuk tim yang fokus pada kemungkinan penggunaan produk yang tidak etis sejak dini dalam pengembangan produknya.

Sementara itu, Jumat (27 September) dalam pidatonya Paus Francis mendesak raksasa teknologi dari Silicon Valley untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan tidak mengarah pada "bentuk barbarisme" baru.

"Perkembangan luar biasa di bidang teknologi, khususnya yang berhubungan dengan kecerdasan buatan, meningkatkan implikasi yang semakin signifikan di semua bidang aktivitas manusia. Untuk alasan ini, diskusi terbuka dan konkret tentang tema ini diperlukan sekarang, lebih dari sebelumnya," kata Francis.

Francis mengatakan teknologi membutuhkan "prinsip-prinsip moral teoretis dan praktis".

Dia memperingatkan bahaya penggunaan kecerdasan buatan untuk mengedarkan opini tendensius dan data palsu yang dapat meracuni debat publik, bahkan dapat memanipulasi opini jutaan orang, hingga membahayakan.

"Jika apa yang disebut kemajuan teknologi umat manusia menjadi musuh dari kebaikan bersama, ini akan mengarah pada kemunduran yang disayangkan ke bentuk barbarisme yang ditentukan oleh hukum yang terkuat," kata dia.

#pausfrancis   #kecerdasanbuatan   #siliconvalley   #ancamansiber   #internet   #vatikan   #google   #mozilla.linkedIn

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Wamenkominfo Apresiasi Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Talenta AI Aceh
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Google Mulai Blokir Sideloading Aplikasi Android yang Berpotensi Berbahaya di Singapura
Survei APJII, Pengguna Internet Indonesia 2024 Mencapai 221,5 Juta Jiwa