
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Belarusia, negara di Eropa Timur, menjadi negara pertama di dunia yang secara hukum mengamanatkan dukungan untuk IPv6; versi terbaru dari protokol internet.
Belarusia adalah negara pertama yang membuat IPv6 wajib di tingkat legislatif. Mulai 1 Januari 2020, semua penyedia layanan internet (ISP) Belarusia harus mendukung protokol IPv6 di jaringan mereka, dan mengeluarkan alamat IPv6 untuk semua pelanggan.
Aturan baru ditandatangani menjadi undang-undang dengan keputusan presiden pada 18 September oleh Presiden Alexander Lukashenko.
Berita Terkait:
Meski bagian dari Eropa timur dan anggota bekas Uni Soviet, Belarusia memiliki salah satu tulang punggung internet terbaru dan paling modern di Eropa. ISP lokal telah menguji dukungan IPv6 jauh sebelum pengumuman pekan lalu, tulis ZDNet, Selasa (24 September 2019).
Saat ini, adopsi IPv6 di Belarusia rata-rata sekitar 15 persen, masih berada di bawah rata-rata global 29 persen. Namun, mulai dengan tahun depan diharapkan tumbuh karena ISP lokal harus memungkinkan dukungan untuk semua koneksi.
Setelah diaktifkan, pelanggan akan diberi alamat internet IPv4 dan IPv6, dan koneksi akan berjalan sepenuhnya melalui IPv6 bila memungkinkan.
Berita Terkait:
Protokol IP bekerja dengan menghubungkan apa yang disebut alamat IP ke perangkat yang terhubung ke internet. Protokol IPv4 mendukung alamat IP dalam format 32-bit, sedangkan IPv6 mendukung alamat 128-bit yang lebih panjang.
Protokol IPv6 secara resmi disetujui sebagai standar internet pada 2017 dan dirancang sebagai pengganti protokol IPv4; kini hampir habis di semua ruang alamat 4,3 miliar yang tersedia.
Sejak adopsi IPv6, ISP di seluruh dunia telah mulai menggulirkan dukungan bersama dengan pembuat perangkat konsumen dan perusahaan. Peluncurannya agak lambat karena menyesuaikan kebijakan ISP masing-masing.
Anda bisa cek penggunaan IPv6 per negara di sini
Share: