IND | ENG
BSSN: Serangan Siber Semakin Tinggi dan Kompleks

Ilustrasi.

BSSN: Serangan Siber Semakin Tinggi dan Kompleks
Nemo Ikram Diposting : Rabu, 18 September 2019 - 18:00 WIB

Jakarta, Cyberthreat – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan tingkat resiko dan ancaman serangan siber semakin tinggi dan kompleks. Berdasarkan data Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional tahun 2018, telah terjadi 232.401.725 serangan siber.

“Hal ini berbanding lurus dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di masyarakat,” kata Direktur Penaggulanggan dan Pemulihan Pemerintah, Deputi III Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Inu Baskara pada pembukaan OIC- CERT Cyber Drill Tahun 2019 di Hotel Aston Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (17 September).

“Teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi suatu komoditi yang sangat penting,” kata Ini yang membacakan sambutan Deputi III Bidang Penaggulangan dan Pemulihan BSSN  yang dibacakan pada acara yang berakhir hari ini, Rabu (18 September). “Bahkan ada yang mengatakan bahwa kita sudah berada di era information-based society.”

Ia menambahkan, saat ini kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi, perusahaan, perbankan, lembaga pemerintahan, maupun individual.

“Saat ini teknologi informasi telah melekat dalam segala aspek, yang didalamnya banyak isu-isu tentang keamanan siber yang menjadi isu prioritas di dunia,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber merupakan salah satu kegiatan utama dalam pengelolaan siber yang membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak.

“Karena itu, kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak baik nasional maupun internasional menjadi hal yang harus dilakukan dalam rangka pengelolaan insiden siber.”

Salah satu kerjasama internasional yang saat ini dibangun oleh BSSN adalah bergabung dengan Organization of The Islamic Cooperation – Computer Emergency Response Team (OIC-CERT).

Organisasi tersebut merupakan forum kerjasama internasional dalam bidang keamanan siber antar negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Kegiatan Drill Test merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh OIC-CERT setiap tahunnya.

Pada kesempatan tahun ini mengambil tema “The Rise of Malware Intelligence”. Tema ini sejalan dengan perkembangan ekosistem malware yang tumbuh begitu pesat dan dengan berbagai tujuan dalam pembuatnnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Subdirektorat Penanggulangan dan Pemulihan  Pemerintah Pusat, Deputi III Marcelina Tri Nastiti, selaku Ketua Panitia kegiatan OI-CERT Cyber Drill Tahun 2019 menyampaikan bahwa Kegiatan ini diikuti oleh Kementerian dan Lembaga antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, LIPI, LKPP, BATAN, LAPAN, Kantor Sekretariat Presiden, Badan Standarisasi Nasional, Lembaga Administrasi Negara dan BSSN.

Di akhir sambutan Inu mengajak seluruh elemen untuk bekerja sama, saling bersinergi, berkordinasi, bertukar pikiran, saling berkomunikasi dalam mengelola keamanan siber secara bersama-sama sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing.[]

#bssn   #hacker   #peretas   #serangan   #siber   #cyber

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
BSSN-Huawei Techday 2024
Keamanan Siber Membutuhkan People, Process, dan Technology.
BSSN dan Bank Riau Kepri Syariah Teken Kerja Sama Perlindungan ITE
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Hacker China Targetkan Tibet dengan Rantai Pasokan, Serangan Watering-Hole