
Menkominfo Rudiantara | Foto : Cyberthreat.id/Eman Sulaeman
Menkominfo Rudiantara | Foto : Cyberthreat.id/Eman Sulaeman
Jakarta,Cyberthreat.id- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara akan bertemu dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan juga para pemain industri telekomunikasi, serta para ahli untuk membahas terkait isu celah keamanan yang terdapat pada SIM Card, atau yang disebut SIM Jacker.
SIM Jacker, merupakan sebuah metode serangan yang dilakukan hacker yang memungkinkan ponsel pengguna dapat dibajak.
“Pertemuannya dalam minggu ini. Ya, dalam sehari, dua hari, teman-teman operator akan bertemu dengan BRTI, meminta bantuan yang ahli di bidangnya,” kata Rudiantara di Jakarta, Selasa, (19 September 2019).
SIM Jacker bekerja dengan memanfaatkan lubang keamanan S@T Browser yang ada di dalam kartu SIM. Teknologi ini dapat dimanfaatkan hacker untuk membajak ponsel korban.
Caranya cukup dengan mengirimkan SMS berisi kode yang berfungsi memanipulasi fitur S@T Browser ini. Salah satu contoh manipulasi adalah memancing ponsel korban mengirimkan data berisi lokasi dan kode IMEI ke ponsel milik hacker. Dengan begitu, hacker bisa mengetahui secara persis lokasi dan pergerakan korban.
Untuk menelusuri soal teknik pembajakan ponsel lewat SIM Card ini, Rudiantara akan melakukan pertemuan yang dihadiri oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), operator seluler, dan para ahli pada pekan ini.
“Saya sudah update soal ini (SIM Jacker). Nanti kita akan lakukan secepatnya,” ungkap Rudiantara.
Share: