IND | ENG
Negara Ramah Startup di Dunia, Indonesia Urutan 33

Go-Jek, startup Indonesia yang kini telah menjadi Decacorn dengan status SuperApp. Foto: Seorang wanita penumpang Go-Jek berinteraksi dengan pengendara ojek online | Faisal Hafis

Negara Ramah Startup di Dunia, Indonesia Urutan 33
Arif Rahman Diposting : Senin, 16 September 2019 - 06:49 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Amerika Serikat (AS) keluar sebagai negara yang paling ramah startup di dunia berdasarkan riset majalah CEO World. AS mendapatkan skor 92 dengan Human Capital Investment (HCI) di angka 84 dari 62 negara yang memenuhi syarat.

HCI adalah pengaruh pendidikan formal terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi pendidikan formal yang diperoleh seseorang, maka akan meningkatkan produktifitas kerja orang tersebut. HCI pada dasarnya sama dengan investasi faktor produksi lainya.

Keunggulan AS lainnya adalah memiliki riset dan pengembangan (R&D) terbaik sehingga muncul startup yang menjadi solusi dan menawarkan inovasi. AS juga punya keinginan yang kuat untuk pengembangan startup hingga sumber pendanaan yang tepat.

AS juga melakukan literasi dan edukasi dengan sangat baik ke kampus-kampus. Negeri Paman Sam adalah rumah dari 116 universitas yang masuk 500 universitas top di dunia, termasuk Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang berada di peringkat teratas.

Untuk ekosistem startup, CEO World menggunakan lima indikator mengukur negara ramah startup. Kelimanya adalah SDM; R&D; infrastruktur kewirausahaan; talenta teknis dan digital; regulasi dan kebijakan.

Peringkat kedua ditempati Britania Raya dengan skor 91 dan HCI di angka 83. Lima negara paling ramah startup di dunia tetap sama sejak 2017 yakni AS, Britania Raya, Kanada, Israel dan India.

Indonesia berada di peringkat 33 dan kalah jauh dari negara tetangga Malaysia yang berada di urutan 8. Indonesia hanya memiliki skor 60 dan HCI di angka 52 sedangkan Malaysia dengan skor 85 dan HCI 77. Malaysia juga lebih maju dari segi ekosistem dan kepastian investasi digital termasuk segi keamanannya.

Peringkat ramah startup ini dikeluarkan awal tahun 2019 sehingga masih ada kesempatan bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan di tahun 2020. Indonesia mungkin sulit untuk bisa menembus peringkat 10 besar di tahun 2020 jika melihat lima indikator yang digunakan untuk mengukur.

Setidaknya ada beberapa indikator lain yang juga bisa digunakan untuk meningkatkan status negara ramah startup.

Mulai dari pendekatan regulasi, SDM, faktor keamanan digital melalui Global Cybersecurity Index, penetrasi internet hingga bertambahnya jumlah Unicorn/Decacorn yang membuktikan pasar Indonesia makin dilirik dari segi investasi dan keuntungan.

Berikut negara ramah startup 2019:

1. Amerika Serikat
2. Britania Raya
3. Kanada
4. Israel
5. India
6. Jerman
7. Polandia
8. Malaysia
9. Swedia
10. Denmark
11. Swiss
12. Prancis
15. China
18. Russia
23. Jepang
33. Indonesia
42. Brasil
44. Afrika Selatan
46. Turki
60. Arab Saudi
62. Vietnam

#Startup   #unicorn   #Decacorn   #ekonomidigital   #internet   #talentadigital   #cyberthreat   #cybersecurity   #infrastrukturkritisnasional

Share:




BACA JUGA
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Wujudkan Visi Indonesia Digital 2045, Pemerintah Dorong Riset Ekonomi Digital
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Startup Bukti Nyata Hilirisasi Digital
Politeknik Siber dan Sandi Negara Gandeng KOICA Selenggarakan Program Cyber Security Vocational Center