IND | ENG
Twitter Pulihkan Akun Putri Petinggi Partai Komunis Kuba

Mariela Castro, putri dari Pemimpin Partai Komunis Kuba juga mantan Presiden Kuba Raul Castror. | Foto: cubanews.acn.cu

Twitter Pulihkan Akun Putri Petinggi Partai Komunis Kuba
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Minggu, 15 September 2019 - 14:20 WIB

Havana, Cyberthreat.id – Twitter Inc telah memulihkan beberapa akun media sosial milik pemerintah Kuba, media, dan pejabat pemerintah yang diblokir sejak Rabu (11 September 2019).

“Twitter akhirnya mengembalikan akun kami. Terima kasih kepada mereka yang menyatakan solidaritas dalam menghadapi agresi media terhadap Kuba,” ujar Mariela Castro, putri Raul Castro dalam twitnya pada Jumat lalu. Mariela saat ini menjabat sebagai Direktur Cuba’s National Center for Sex Education yang mendukung hak-hak komunitas LGBT.

Namun, sejumlah akun lain masih belum dibuka kembali, termasuk akun Twitter Raul Castro, mantan Presiden Kuba juga Pemimpin Partai Komunis Kuba. Dalam situs milik pemerintah Cubadebate disebutkan bahwa semua akunnya dalam beberapa bahasa, akun para direktur, dan jurnalisnya masih diblokir.


Berita Terkait:


Pemblokiran tersebut memunculkan protes besar. Kalangan jurnalis yang tergabung dalam Cuban Union of Journalists menuding Twitter telah melakukan penyensoran besar-besaran.

Pemblokiran dilakukan di saat Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel berpidato di televisi pemerintah terkait krisis energi akibat sanksi Amerika Serikat.

Akun-akun yang diblokir, di antaranya akun program TV, Mesa Redonda, yang biasa dipakai Díaz-Canel tampil ke publik. Lalu, surat kabar milik pemerintah Granma Digital, stasiun radio negara Radio Rebelde, dan akun Kepala Komisi Hak-hak Gay Kuba, Mariela Castro.

Twitter Inc menjelaskan, bahwa akun-akun tersebut dinilai telah melanggar aturan kebijakan platform. Menurut raksasa microblogging tersebut, pengguna platform dilarang mengkampanyekan percakapan sejenis melalui banyak akun.

“Sudah diketahui umum bahwa dalam berbagai kesempatan, Twitter telah menempatkan dirinya dalam layanan intelijen dan operasi kebijakan luar negeri pemerintah AS," kata Cubadebate.

“Tidak akan mengejutkan kami jika ini yang terjadi pada kesempatan ini,” kata mereka seperti dikutip dari Reuters.

Di kalangan pers, Kuba masuk daftar 10 negara di dunia yang menyensor akivitas pers, demikian menurut Committee to Protect Journalists (CPJ), yang berkantor pusat di New York.

Jurnalisme independen di Kuba memang masih ditoleransi, tetapi tidak legal dan beberapa situs web media alternatif yang kritis terhadap pemerintah diblokir. Warga lokal harus menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk mengaksesnya.

Menurut Elaine Diaz Rodriguez, pendiri media independen Kuba, Periodismo de Barrio, sensor yang sering dilakukan pemerintah Kuba, bukan berarti harus dibalas dengan sensor pula. "Bahwa pemerintah Kuba menciptakan akun palsu tidak berarti semua akunnya palsu," kata dia di Twitter.

Dalam beberapa tahun terakhir akses internet di Kuba begitu masif sejak masuknya internet seluler pada Desember 2018. Pejabat pemerintahan Kuba juga mulai bermain media sosial, salah satunya, Twitter pada tahun lalu, termasuk Presiden Kuba saat ini Miguel Díaz-Canel. Ia meminta warga untuk bisa berinteraksi dengan dirinya melalui Twitter.

#twitter   #kuba   #cuba   #MiguelDiazCanel   #raulcastro   #partaikomuniskuba   #cubanunionofjournalists

Share:




BACA JUGA
Banyak Penipu dengan Centang Biru di (Twitter) X
X (Twitter) Kumpulkan Data Biometrik dari Pengguna Premium untuk Perangi Peniruan Identitas
Instagram Threads Dihentikan di Eropa karena Masalah Privasi
Profil Peneliti Palsu Penyebar Malware Melalui Repositori Github
Walau Tak Dibayar, Twitter Pulihkan Centang Biru Top Akun