
BJ Habibie | The Habibie Center
BJ Habibie | The Habibie Center
Jakarta, Cyberthreat.id - Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), Muhammad Arif Angga, mengatakan Presiden RI ketiga BJ Habibie adalah salah satu orang yang berjasa dalam industri telekomunikasi Indonesia.
Tahun 1993, saat Habibie menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), ia aktif mendorong Indonesia menggunakan teknologi seluler (2G). Tahun berikutnya seluler pertama kali hadir di Batam dan Bintan dengan Telkom sebagai operator.
"Pak Habibie turut andil dalam dunia telekomunikasi di Indonesia," kata Muhammad Arif Angga kepada Cyberthreat.id, Kamis (12 September 2019).
Pada waktu itu, kata dia, Indonesia masih kalah dari Singapura yang sudah memiliki teknologi Global System for Mobile Communication (GSM), yaitu teknologi komunikasi seluler nirkabel yang bersifat digital.
Melihat kondisi tersebut, BJ Habibie yang ketika itu menjabat Kepala Otorita Batam memilih penerapan 2G di Batam dan Bintan. Ia kemudian mendorong Joop Ave yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) agar segera mewujudkan hal tersebut.
"Sampai sekarang BBT (Batam Bintan Telekomunikasi) masih ada disana. BTT adalah salah satu anggota APJATEL juga," ujarnya.
Saat Habibie mundur sebagai Kepala Otorita Batam tahun 1998, ia mewariskan banyak hal baik di wilayah tersebut.
Batam sudah maju dan investasi tumbuh pesat yang salah satunya karena ketersediaan fasilitas komunikasi dan telekomunikasi. Bahkan saat terjadi krisis moneter 1998, Batam sama sekali tidak terkena dampak krisis moneter yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia kala itu.
"Sepertinya tidak ada hal buruk yang saya dengar tentang beliau. Dan saya memang tahu sejarahnya tentang seluler itu."
Habibie juga dikenal sebagai teknokrat yang melahirkan konsep atau ide Habibienomics. Sederhananya, pemikiran ini berangkat dari upaya pembangunan ekonomi dengan basis teknologi dan riset.
Habibie, salah satu putra terbaik Bangsa Indonesia, lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936, tutup usia di umur 83 tahun pada Rabu 11 September 2019 pukul 18.05 WIB di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta.
Share: