IND | ENG
Perpusnas Bangun Ekosistem Digital, Sejuta Buku Bisa Diunduh

Kepala Perpusnas Syarif Bando

Perpusnas Bangun Ekosistem Digital, Sejuta Buku Bisa Diunduh
Arif Rahman Diposting : Jumat, 06 September 2019 - 13:15 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) membangun ekosistem digital berbasis ilmu pengetahuan dengan menyediakan sejuta buku untuk bisa di unduh. Kepala Perpusnas, Syarif Bando, memaparkan upaya pembangunan ekosistem digital di Acara Gemilang Perpustakaan Nasional 2019 di Ballroom Jakarta Theater, Jakarta, Kamis  (5 September 2019).

"Dalam beberapa tahun terakhir pembangunan perpustakaan mendapat respon positif. Bahkan berhasil mendulang prestasi bertaraf nasional dan internasional," kata Syarif Bando dalam keterangan persnya, Jumat (6 September 2019).

Diantara prestasi Perpusnas menurut Syarif Bando adalah Indonesia berada di peringkat pertama dalam hal akses terbuka (open-access/OA) terhadap jurnal ilmiah.

Indonesia, kata dia, diakui sebagai pemimpin terdepan gerakan OA pengetahuan dunia. Kajian ini memiliki data bahwa 81 persen dari 20 ribu artikel jurnal yang diterbitkan pada 2017 dengan penulis yang berafiliasi dengan Indonesia tersedia untuk dibaca gratis secara online, dan 74 persen diterbitkan dengan lisensi akses terbuka yang berarti dapat didistribusikan secara legal.

Tahun 2025 Perpusnas dan seluruh perpustakaan provinsi, kabupaten, kota, bahkan desa menargetkan masuk dalam 10 besar dunia sebagai pengelola perpustakaan dengan inovasi terbaik. Di era digital, ini artinya semua orang dapat memastikan layanan perpustakaan dan kajian ilmiah bisa diperoleh karena itu adalah hak setiap warga negara di mana pun dia berada, dalam kondisi apa pun.

Perpustakaan dimaknai sebagai sebuah strategi kebudayaan untuk mewujudkan literate society melalui suatu gerakan literasi yang bersiat kolektif dan inklusif. Inklusi sosial adalah upaya menempatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal.

Bidang perpustakaan untuk tahun 2019 masuk ke dalam salah satu Kegiatan Prioritas Nasional, di bawah Program Prioritas Percepatan Pengurangan Kemiskinan dan Peningkatan Pelayanan Dasar.

Kegiatan penguatan literasi untuk kesejahteraaan diarahkan agar perpustakaan menjadi ruang terbuka bagi publik untuk berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual dan berlatih keterampilan kerja.

"Inilah paradigma baru perpustakaan menjangkau masyarakat," ujar Syarif.

Berikut ini link untuk mengunduh lebih dari sejuta buku: https://play.google.com/store/apps/details?id=mam.reader.ipusnas

#Perpusnas   #sejutabuku   #ekosistemdigital   #e-library   #bigdata   #dataanalytics   #e-learning

Share:




BACA JUGA
Percepatan Indonesia Jadi Hub Regional Big Data se-Asia
Percepat Transformasi Digital Sektor Bisnis, Kominfo Implementasikan Tiga Program
Talenta Digital Wajib Kuasai Ini, Untuk Buka Potensi Ekonomi Digital
Presiden Jokowi Minta UMKM dan Koperasi Berbasis Digital dan Membanjiri Lokapasar
Menyeimbangkan Personalisasi dan Privasi Data